Senin, 23 Desember 2013

Pretence


Sudah kutitipkan air mata pada hujan siang ini. Adakah ia jatuh di sela2 jarimu?
Bagaimanakah kita memanggil malam jika bintang tak berpendar? Bulan tak melengkung?
Hidupkah siang jika matahari bersembunyi?
Adakah kau memikirkan , ada sesuatu yang salah?
Lakon yang seharusnya tak diperankan. Rupa yang tak seharusnya dikenakan.
Hingga kapan?
Sampai kapan?

Sayangku, jika hujan merintik hari ini, kau tahu apa yang terjadi disini.
dan jika ia mengeras,semoga gaungnya mampu membuat malamu tanpa tidur.
Agar kau paham, agar rasa apa yang kurasa.
Tapi sayangku, air mata tidaklah hanya tentang sedih.

Dan sungguh sedih, hanyalah kedok bagi cerita-cerita yang ingin kubagi.

Selamat untuk apapun itu, berbahagialah sesuai selera.
Rabu, 18 Desember 2013

undanganmu ada 3?


Tega Sekali!

Hari ini undangan ke-3 mu datang. Dan kali ini saya yang menerimanya. 1 undangan dari keluargamu, 2 lainnya dari keluarga perempuanmu.
Ya ampuuuunn... bahkan kau punya 3 jenis undangan dan tidak ada satupun nama saya di dalamnya. Bukan, bukan untuk bersanding dengan namamu. Setidaknya namaku bisa tertera di label undangan untuk para tamu yang dibawahnya akan tertulis: Mohon maaf jika nama dan gelar salah.

Kenapa tidak ada undangan untukku?
Apa kau merasa cukup dengan hanya mengundang orang tua dan kakakku?

Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang lainnya, apa kau mengundangnya?

Senin, 09 Desember 2013

Hi Papa


Selamat malam, Papa.
Kau tak ingin menanyakan sesuatu padaku?
Apa saja.. segala hal yang berkaitan dengan 'itu'
Mungkin tentang kabarku? atau apakah aku tahu kabar itu?

entahlah,
tapi aku merasa kau seperti menyembunyikan sesuatu.
Jika tentang sakit hati, maka kau (sedikit) salah.
Jika ada perasaan tak enak, hey aku ini anakmu. Kau bisa menanyakan apapun yang kau mau?
ohya, aku lupa mengabarimu bahwa aku adalah seorang artis yang hebat. Kau tak perlu khawatir.

Aku baik-baik saja, Pak.
Ini keputusanku, dan kemudian menjadi keputusannya.

Mmm... yang tadi sore itu, benar tentang dia kan?
Rabu, 04 Desember 2013

Your month.. Congratulation



"Selamat datang Desember."
Kebanyakan orang (jika tidak bisa mengatakan hampir semuanya) menuliskan itu saat bulan ini mulai menyapa. Tapi kenapa tidak denganmu?
Bukankah ini bulan yang paling kau tunggu? Bulan terakhir di tahun ini.
Jika tak kau katakan, biar aku yang mewakilimu.
WELCOOOME DECEMBERR...
-
-
-
Kau bisa menambahkan doa-doamu pada bullet-bullet yang sudah kusediakan. 
Ini memang bulan yang paling benar. Waktu dimana kau memutuskan untuk melakukan sesuau yang paling benar.
Ya, kau tak bleh menunggu! Ambil kesempatan itu atau biarkan berlalu. Masihkah kau ingat bahwa aku pernah mengatakan itu padamu? Mungkin disana kau sedang mengernyitkan dahi karena yang kudengar darimu adalah kata ini: "Maksudnya?" hahaha kadang aku merasa jengkel sekaligus geli jika hal yang kecil saja tidak kau mengerti.
Itu namanya sikap. Saya suka orang yang punya sikap. Tapi kenapa baru sekarang kau munculkan itu? Setelah membuatku menunggu dah harus berpikir panjang. Jika ini muncul di awal, mungkin aku tidak butuh waktu yang banyak untuk menimbang.
 Dan polosnya... kupikir waktu itu akan kau berikan kepadaku.
Tunasnya sudah tumbuh, asal kau tahu saja. Tapi kau justru melakuan hal yang tepat ini.
Bagus!
Good job!

Hanya kenapa berita ini harus kudengar dari orang lain? kenapa kau tidak memberitahuku dari awal? meminta pendapatku? well, ini mungkin akan membuatku sedikit merasa penting.
Dan kenapa pada komuniasi yang terakhir bahkan kau tak mengucapkan salam perpisahan? you even try to seduce me (again). oh boy.. ini harus kau ubah. Seorang cowok boleh saja memiliknya, tapi tidak untuk seorang laki-laki.
Dan... apa alasanmu memilihnya? ah sudahlah.. ini tak penting untuk kuketahui.

Jika suatu saat kau mampir dan membaca ini, kau tak perlu melakukan apa-apa. Live life... itu juga yang kulakukan pada hidupku. Tak ada yang mesti disesali. Right, Kakak?

Sekarang berbahagialah..
Seperti doa terakhirku yang kau aminkan.
 
Barakallahu lakaa wa Baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair.

Selasa, 12 November 2013

No, it is not


"Kau menyukainya. Kita harus sepakat dulu tentang ini. Baru kau bisa melanjutkan lagi ceritamu."


"Berhentilah berkata aku menyukainya. Kurasa tidak. Aku hanya terbiasa dengan keberadaannya. Dan mulai sedikitt... well.. ada yang hilang seiring dengan hilangnya dia dari layar ponselku."

"Itu namanya cinta, Darling!"

Ah, kurasa bukan!!

The Owner of F


Saya butuh sebuah jawaban. Mungkin setelah kau menjawab pertanyaanku, Ais.
Atau mungkin kau bisa menjawabnya, Galih.
Karena kulihat kalian berdua berkawan dengan S.

To be honest, I don't like S. Dia pernah menganggu senjaku yang lelah. Tiba-tiba dia muncul saat peluh mengajakku untuk berbaring sejenak sembari mendengarkan lagu-lagu kesukaanku.

1 message received. Sebuah kotak surat terisi.
Aku buka.
Sebuah salam. Kujawab: "Wa'alaikum salam." walau dalam hati saya bertanya-tanya. Siapa ya?
Percakapan berlanjut. Hingga pada satu kalimat saya menyimpulkan bahwa S kenal dengan F. oh okaayyy masalah cowok toh? Saya mulai paham kemana arah pembicaraan ini berlangsung.
Ini bukan sekedar perkenalan. Ini sebuah introgasi. Aaaaaaand, saya TIDAK SUKA DIINTROGASI. Sebenarnya bahasa yang dia gunakan normal2 saja, halus sehalus mungkin. Tidak pake urat. Tapi entah mengapa itu terdengar seperti... emm.. errr... saya sedang merampas sesuatu dari S. Sesuatu yang ia akui miliknya, tapi ternyata (oh bukan. seharusnya saya menggunakan 'malangnya') yang dia akui itu tidak merasa dimiliki oleh S.

O My Lord, sebagai sesama perempuan saya berasa sedih.
"Kasihan saja. cuman gara-gara cowok -apalagi cowoknya kayak kamu- sampai harus berbohong seperti itu. " Ungkapku pada F ketika kucoba melakukan tabayyun dari berita yang kudapat dari S.
"Lalu saya? siapa yang kasihan pada saya? Semua kasihan pada dia. Padahal yang menjadi korban kan sebenarnya saya?"

haha inilah hidup, boy. Perempuan selalu direkayasakan menjadi objek dan laki-lakilah subjeknya.

Jadi,
wahai Ais dan Galih, maukah kalian menjawab pertanyaanku?
Darimana kalian mengenal S? Sudah berapa lama kalian mengenalnya? Apa pendapat kalian tentang S? Apa dia memang selalu melakukan hal2 diluar dugaan? daaaan... apakah dia sudah menikah?
well yang terakhir tak perlu kalian jawab. Sepertinya aku tahu jawabannya.

Tapi pertanyaan2 ini mungkin akan kusimpan dulu. Sampai mungkin kita (aku dan kau, Galih atau aku dan kau, Ais) tidak punya lagi bahan obrolan lain. Ya, ini hanya akan menjadi pertanyaan pembunuh waktu saja. Because I've promised to my own self that I dont want to make my brain full of something yang tidak penting untuk saya ketahui.
yea, memang kalau saya tau banyak tentang S lalu kenapa? Tidak ada laba dari itu.

Dan kau S, bagaimana kalau saya mengetik tombol 'UNFRIEND' atau mungkin 'BLOCK' pada social media yang mempertemukan kita?
Selasa, 29 Oktober 2013

Berubah yah please


Sepertinya aku ingin berubah.
Jadi apa ya bagusnya???

Apa sajalah. Yang penting keluar dari diri saya yang sekarang.
mungkin m enjadi seorang yang cerewet.
Pemarah.
Emosian.
Dingin.
Centil.
Egois.

O God! Semoga kau tidak 'berpikir' bahwa aku sedang tidak bersyukur dengan keadanku sekarang.
Bukan itu sebenarnya.
Hanya saja, kupikir, kita tidak bisa hanya punya satu sifat. Karena hari tidak selamanya sabtu atau senin saja. Ada banyak hari, dan ada banyak wajah dengan beraneka watak yang harus diladeni.

Cerewet, centil, dingin jika ditempatkan pada nampan yang pas dan takaran yang sempurna, maka mereka, mungkin, akan bisa menjadi jenis sifat yang mulia.

Saya butuh sedikit perubahan. Ya, penyesuaian.

Jumat, 25 Oktober 2013

short message means a lot


["Maaf tidak bisa selalu membersamaimu sayang.... 
bukan ingin mengajukan excuse...
Tapi selama ini saya selalu percaya bahwa Putri itu kuat... 
Itu husnudzonku yang moga dijabah Sang Khlaik ke dalam hatimu, Shalilhah..
Kamu selalu ada di dalam rabithaku.. selalu ada."]

25/10/2013 18:40

Dan saya, saya tidak benar-benar tahu apa yang sedang saya rasa. 
Dan apa yang saya inginkan.
Dan bagaimana ini akan berakhir.
Atau berapa lama ini akan menggantung.
Minggu, 29 September 2013

Tidak benar-benar lega


|"Sudah mi ujian hasil di'?"
|"Iyess."

You know, perasaan itu kayak hilang beberapa ton meluruh bersama tiupan angin. suuuiiiiiingg... terbang!!
And I do know, yang bertanya itu perasaannya campur aduk. Antara ikut senang karena teman sudah maju satu step lagi, dan juga dumba-dumba karena kita rasanya masih tertinggal di belakang.

Saya sedikit mual mendengar kata 'konsul'. Tuhaaann... tidak lagi-lagi deh kejadiaannya kayak begini.

Tapi yang mau saya bilang begini,
Nikmatilah setiap proses yang sedang terjadi. Apa yang kau alami sekarang, itulah rejekimu. Tak perlu kau paksakan. Toh meskipun dipaksakan, kalau Tuhan belum berkendak, maka tidak akan.
Lihat perasaan saya sekarang. Benar bahwa saya merasa lega setelah seminar hasil tapi setelah itu... rasanya bingung sendiri. Trus, setelah ini, saya mau apa?
Dan inilah hidup. Kita terus beranjak dari satu urusan ke urusan lain. Gak akan habis, sampai kita sendiri yang habis.

Jadi, nikmatilah!
Dalam bahasa yang diajarkan kebaikan: syukurilah!

Salam Nikmat. Salam Syukur

|Putri, dalam pengerjaan revisi skripsi.
Kamis, 26 September 2013

it's dream, it's gift


Ini Jumat di 27 September 2013. Semoga semuanya baik-baik saja.

Semalam kau bermimpi apa? Jika itu baik, semoga itu melompat ke duniamu yang nyata. Dan jika buruk, meludahlah ke kiri 3x. Jangan khawatir, katanya, itu datangnya dari setan. Ah, kenapa yang buruk-buruk selalu kita kaitkan dengan tuan setan?

Bukan, bukan mimpi itu yang hendak kubagi. Ini mimpi yang bersinonim dengan harapan.
Kau punya harapan? cita-cita mungkin?
I do.  a lot. dari jaman putih-merah sampai sekarang, Mahasiswa semester akhir.
Ada beberapa yang kesampaian dan ada yang hanya menjadi kenang-kenangan.

Dan kenangan itu masih tersimpan manis pada suatu file di otak dan di hati saya.

1. Pintar bela diri. samapai sekarang masih nyari komunitas yang pas buat ikutan. Ada yang tahu?
2. Jadi anak MAPALA atau sejenisnya. Yes, sebenarnya saya cinta petualangan. Tapi tidak dengan bapak saya. Saya tidak mendapat lampu hijau untuk bisa seenaknya naik-turun gunung, atau menyusuri hutan-hutan. "Tidak boleh! Anak perempuan kok kerjaannya begitu!" hheh.. lagi-lagi masalah gender.
3. Jago gebuk drum. Jangan tanya kenapa? kalau kebanyakan cewek maunya pinter maen piano, violoin, atau apalah yang girly-girly, saya hanya ingin drum. Biar bisa jadi pengganti samsack klo lagi marah-marah.
4. Backpacker. Pergi kedaerah yang belum pernah kau kunjungi sebelumnya, berkenalan dengan orang-orang baru, menebar senyum, sapa, dan salam. Lagi-lagi, kurasa bapak tidak akan mengizinkan.

segitu dulu yang masih bisa ku kenang.

buat kedepannya,
Saya mau punya mini library yang bisa saya share ke orang-orang. Semacam kafe baca. Berada ditumpukan buku itu mengasyikkan. isn't it?
Honestly, saya bukan biblioholic banget. bukan orang yang bisa mengkonsumsi segala sejens buku. Saya senang baca. Dan juga senang menghabiskan uang jajan buat beli buku walau kadang saya tidak membacanya sampai tuntas. Saya senang melihat rak-rak yang penuh tumpukan buku. Ahh.. indah. That's home!
Masih dengan dunia buku, saya juga berharapan punya sebuah penerbit atau paling tidak, saya bisa bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. As an editor, That's sound great huh?!!. ihh.. bulu kudu saya pada merinding.

Dan sampai sekarang, saya masih terus belajar memahami bahwa apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Bermimpi boleh, berharapan tidak salah, itu menjadikan kita hidup. Tuliskan semua mimpi-mimpi mu dan biarkan Sang Editor terbaik yang menyeleksinya.

hey, kalau dibaca-baca lagi, kenang-kenangan saya itu terlihat sangat maskulin ya?



Rabu, 25 September 2013

JUMAT


Aku mulai tak ingin bertemu denganmu.
Dalam doa, kuharap dalam sepekan hanya ada 6 hari. Tanpa namamu di dalamnya.
Karena kau terlalu baik. Terlalu putih.

Dan karena, aku sering kehilangan yang baik-baik akhir-akhir ini.
Jumat, 13 September 2013

such a confession


Melalui hati yang masih sering menebak apa maunya.

Bagaimana memberimu sebuah tanda? Bentuk apa yang kau sukai? cross kah (X)? Atau mungkin checklist?
Atau kau lebih bisa paham jika kusibakkan bendera dengan berbagai warna? warna apa yang kau pilih? merah kah? biru? hijau? pink? atau mungkin putih?. Ya bendera putih, pertanda bahwa aku kalah dan kau yang menang.

Kau mencuri hampir semua lamunanku.

Tapi setelah proses pencurian itu, kau hilang.
Mungkin itu yang kubutuhkan. Atau mungkin juga tidak. Entah, aku tidak pernah bisa menebak apa maunya diriku. sehingga aku lebih nyaman untuk berkata "tidak tahu" pada apa-apa yang kau tanyakan. Karena memang aku betul-betul tidak tahu.

Kenapa tidak kau yang berusaha menjelaskan apa sebenarnya mauku? Meyakinku untuk yakin padamu.

It's suck. I'm suck.
Selasa, 10 September 2013

RANDOM


Eh, tadi saya itu pengeeeeen banget nulis sesuatu. Pas tadi, pas lagi di kampus.
Rencananya menulis sesuatu yang ceria. Apa aja. Kisah hari ini mungkin. Taapiii... saya mendadak melow. Gak tau kenapa. Kenapa ya? 
ah, yang penting nulis.

Mmm.. tau kopi? cappucino? latte? ya.. atau apapun jenisnya. 
Kau suka? Saya juga. Sampai mau mual. Tapi itu obat sakit kepala yang paling manjur. ya setidaknya untuk saya. Bukan hanya obat, dia juga teman, teman begadang kalau lagi banyak tugas, ada final besoknya, atau sekedar ingin begadang saja, no reasons. 

Teman saya, Tati, Jumat kemarin ngadain aqiqah anaknya. Sulung. Waktu dia nikah, sama sekali tidak ada kemiripan antara dia dan suaminya, menurutku. eh pas anaknya udah ada aja, tiba-tiba muka suaminya beda. Jadi mirip gini sama Tati. Kirain kakaknya Tati malahan. Kata temanku, Melan, memang begitu kalau orang sudah nikah, mukanya jadi mirip. Memang iya?

Sori kalau nulisnya random. Pokoknya saya mau menulis aja. Apapun yang ada di kepala. lagi sumpek.

Tadi ada yang nanya kabar, Nia, teman SMA plus teman ngumpul. Katanya, "Apa kabar?" jawabnya gimana ya? tidak cukup baik untuk berkata "oh well I'm okay, thank you." tapi terlalu tidak bersyukur rasanya kalau bilang "too bad". 
Susah sekali. 

ah.. capek.

Mama? masih memenuhi doa-doaku tiap harinya. Sesalnya, seharusnya doa-doa itu ku rapalkan dari dulu. Doa agar ia selalu sehat, selalu bahagia. Tapi sayangnya, ini seperti doa yang telat. Mengobati. tidak antisipasi untuk mencegah. Malang.
Tuhan, cukup solehkah saya untuk mendoakan mama? tentu, agar doaku Kau terima. Kau hanya menerima doa anak solehkan?

hei, saya selalu seperti mengalami de javu akhir-akhir ini. Seperti ada yang terulang. Mungkin kejadian di alam bawah sadar yang tiba-tiba melompat ke alam nyata. Gak tau deh..

Mata saya makin ngantuk. Mungkin sebentar lagi tertidur. Tapi seketik saya takut ngantuk. Kata orang, kalau kita terlalu ngantuk, orang sakit yang sedang berada di dekat kita akan meninggal. Ini juga kata mama saya. Mama saya yang seorang perawat, yang sudah berkali-kali melihat orang meninggal. bahkan mendampinginya. Mama juga bilang, bukan hanya terlalu ngantuk, kalau terlalu ceria juga bisa menjadi 'lagu kematian' buat si pasien. 
Tuhaaaann... saya masih ingin mama. Panjangkan umurnya.

Tapi kenapa akhir-akhir ini saya begitu percaya pada mitos-mitos?
mitoskah itu?

Jumat ini saya ada seminar hasil. Jam 2 siang. Panas ya? ngantuk lagi. Trauma juga seminar siang-siang. Ingat seminar yang sudah-sudah. Eh yang parah itu, Jumat ini mama rencana opnam. Begonya sayaaa... gak ngeh waktu di kasi jadwal sama pembimbing. Iya iya aja. Pas di mobil, mau balik ke rumah, barulah saya sadar. "What?!! tanggal 13 itu Jumat ini?" 
Saya akan bersyukur kalau besok pembimbing saya itu mau berbaik hati untuk memindahkan jadwal seminar saya ke Jumat depan. Ya, saya akan coba memintanya. Apapun, semoga saya sukses.

Saya mungkin masih rindu, rindu tentang banyak hal.
tentang tempat yang mulai saya tinggalkan
tentang Pakaian Dinas Harian (PDH) mama yang berwarna hijau
tentang pengahapus mickey warna kuning
sawah, jagung, ego, saudara, telpon, sms, banyak.
banyak.

Kamis, 29 Agustus 2013

masih (kamu) tanpa maksud


dan heyy saya masih berkisah tentangmu ternyata. Akal saya sepertinya mulai kalah dengan perasaan saya.

Mengapa tidak kau tinggalkan sejumput kata untuk memulai sebuah percakapan (lagi) bersamaku? Aku menunggunya, terhitung sejak malam kedua setelah kau berulang kali meminta maaf dan pamit.

Tanpa ada maksud. Aku hanya ingin tahu, apakah semua baik-baik saja?
Karena disini, semuanya tidak sedang baik-baik saja. Ada sebuah kepala yang selalu saja menziarahi hal2 yang terjadi kemarin. Menyesakkan!
Senin, 12 Agustus 2013

kuharap ini akhir


mmm.. saya harus memulainya dari mana??!
Saya tidak tau.

jadi,
Saya akhiri saja dengan ucapan: Sayaaaaa legaaaaa kamu bilang begitu.
Jumat, 09 Agustus 2013

Di kasih judul apa? mungkin: Penolakan


Kali ini, anggap aku sedang membuka lembar demi lembar sebuah proposal. Membaca CV lengkap sekaligus berinteraksi langsung dengan si pelaku. Mengobok-obok pendapat orang2 sekitar tentang ini dan itu. No sense.
Faktanya, sampai sekarang tak kutemui ketenangan. Mungkin benar bahwa aku sedang mengulur waktu. Tapi jika kau cerdas (dan tentu saja tegas) kau bisa mengambil keputusanmu sendiri.

Banyak yang minus menurut orang-orang. Menurutku? ah, aku belum tahu. Tapi yang pasti, aku gampang tersenggol gonjang ganjing opini orang lain. Karena mereka banyak menebar fakta (yang sepertinya aku juga merasakan hal yang serupa).

Apa kurang melibatkan Tuhan?
Tidak mungkin. Aku berkisah di bulan terbaiknya. Berharap agar ia memilihkan yang terbaik
: yang inginku dan inginnya bisa bertemu.

sayang, sepertinya yang sedang kulakukan tidak sesuai dengan ingin-Nya.

maka sekarang aku akan diam dalam apa-apa yang Ia larang. Menunggu Ia memutuskan. Menunggu perasaanku merasakan ketentraman yang ia janjikan.

Kau benar akan datang malam ini? aku tidak mengharapkannya.
maaf.
Jumat, 19 Juli 2013

free flew


Entah.
Tapi rasanya menulis tidak lagi menyenangkan semenjak tahu ada orang yang senang ngintip tulisanmu. tidak bebas. dan selalu terbatas pada perasaan orang itu.

ah, semestinya kau tak perlu bilang. Lakukan saja! tanpa perlu aku tahu.

11 Ramadhan.
it rolls complicated.

list doa yang baru


Saya iri.
kelak pada doa-doa, mungkin ada yang baru.
agar dikembalikan seperti kembalinya Rasulullah, seperti perginya Abu Bakar. Ya.. setelah mengalami sakit. Sebagai penggugur dosa-dosa. Agar d hisab d awal sebelum berhadapan pada hisab yang mendebarkan.

ada pilahan lain, Jihad. sehingga diangkat dengan pakaian yang masih bersimbah darah segar sebagai saksi ikhlasnya langkah dan tulusnya niat. "yang saya cari bukan ini (rampasan perang), Ya Rasulullah. Tapi terhunusnya panah di sini (sambil menunjuk ke arah leher)." Hingga Allah mengabulkan niat tanpa basa basi itu.. dan kembalilah ia jiwa-jiwa yang tenang. Salamun Alaika.

dan yang paling saya takutkan adalah bertemu dengan malaikat maut ketika di jalan, ketika berkendara. Kecelakaan. Sesaat kemudian hilang. Na'udzu billahi min dzalik.

Apapun itu.. semoga kalimat tauhid masih sempat terucap dari mulut sebelum akhirnya ruh pamit pada jasad. Laa ilaaha illallah. bertambah kenikmatan jika kemudian sebuah kalimat mengikuti, Muhammadurrasulullah.
Panggil jiwa ini dalam keadan husnul khtimah, Ya Rabb.


10 Ramadhan.
Kamis, 11 April 2013

Semacam pertengkaran


Kau marah?
Maaf.

Pesan singkat itu benar2 tidak terkirimkan ke ponselku. Entah dimana ia tersangkut?
Makanya aku memilih mengantar tanteku yang sedang hamil dari pada bertemu denganmu. Bukan karena aku tak ingin bertemu tapi hanya karena aku tak tahu bahwa aku harus menemui.
Bukankah sudah aku jelaskan? tak cukupkah itu?

Kenapa kau begitu cepat marah?

Hari berikutnya ada pesan singkat yang masuk ke layar ponselku. Janjian untuk bertemu. Aku tepati, aku datang. Tapi kau tak datang. Dan lagi-lagi tak ada pesan bahwa pertemuan kita dibatalkan. Resah karena menunggu, aku menelponmu. Masuk. Tapi tak kau angkat. Masih ngambek? ATAU APAAAA?
Honestly, aku pulang dengan perasaan kecewa dan sedih.

Kau tahu, di saat itu situasiku sedang buruk. Aku tidak sedang baik2 saja. Air mataku tumpah, kakiku gemetaran, aku merasa sendirian. Lalu kau datang memberiku perlakuan seperti itu.
Sakit. Sakit kuadrat.

Tapi aku tak ingin terjebak dalam kesakitan itu. Ku teriakkan bahwa aku adalah makhluk merdeka. Cukuplah masalahku kemarin membuat sajadahku di banjiri air mata. Aku tak ingin pusing denganmu.
Jadi kubiarkan. Dan saat itu, aku tak pernah lagi mengabari jika aku tak bisa bertemu denganmu.

Mungkin kau makin marah. Tapi biarlah...

Saat kau mengirimiki pesan dan menanyakan keadaanku, aku tak membalasnya. Entah mengapa saat itu rasa sakitku padamu muncul ke permukaan perasaanku. Ku taruh kembali ponselku, tanpa menuliskan balasan apapun. "terlambat" kataku. Kau menanyakan pertanyaan yang kubutuhkan kemarin hari. Bukan pada saat itu.

saat akan selalu mencintai tempat ini di mana pun saya berada. Bersamamu ataupun tidak.

Hilang sudah rasa hormatku padamu. Maaf untuk itu.

Sabtu, 06 April 2013

Doa yang sederhana


Apa yang saya dapat dari ujian ini?
Saya banyak belajar tentang rumus sabar, dan doa.

Iya doa.
Yang katamu kau gunakan untuk memenuhi segala keinginanmu. Untuk mendapatkan apa2 yg kau maui.
Tapi bukan itu yang ku pelajari sayang.
Kali ini aku belajar sisi lain darinya.
Bahwa dia, doa, bukan hanya untuk meminta apa yg ingin kau dapatkan. Lebih dari itu. Doa itu sendiri sudah merupakan keinginanmu, kekuatanmu cantik...
Bukan kekayaan yang kau butuhkan ketika kau risau akan miskinmu. Tapi kelapangan hati sayang...
Kaya hanya solusi semu agar risaumu hilang. Dia, Si risau itu akan menemui mu lagi. Kau yang telah kaya tentunya.

Jadi ketika kau ingin bertemu dengan doa, sampaikanlah kepadanya agar ia menjembatani kelapangan hati yang dikirimkan oleh Tuhanmu. Tidak salah jika kau meminta kekayaan ketika kau miskin, (mungkin) kecantikan ketika kau (merasa) jelek. Tapi tempatkan itu di list ke-2.
Berdoalah untuk kelapangan hati, kekuatan.
Dan ketika kau telah menengadahkan tanganmu, menundukkan hatimu, dan menghadirkan Rabb-mu ke dalam qalbu, sebenarnya kau tengah mendapatkan kekuatan itu.

mintalah dengan cara sederhana. Sebuah doa yang mampu menjadikanmu lebih dari sekedar sederhana...

and... You are awesome, Allah. As always
Rabu, 03 April 2013

22


fualaaaaah.... udah 22 aja! Saya tau akan menuliskan itu disetiap mukaddimah untuk pertambahan 1 lagi usia saya.
Dan maaf untuk my sweety blog balabala karena jarangnya saya menyapa. Bahkan untuk menuliskan rasa d hari pertama menyapa 22 tak saya lakukan. I'm in blue beb, gak ada mood untuk nulis.
Sekarang pun saya sedang tak mood sebenarnya dan ini saya tulis dalam keadaan lapar. Jadi mungkin saya hanya mampir karena saya akan segera berlalu ke dapur. Kasihan perut saya.
Cukup tau saja: 22 ini berat. Tapi hati harus selalu di besarkan. Let say: 22 kali ini memberi banyak pelajaran berarti. Ciih... mengatakannya sangat mudah. Tapi untuk memvisualisasikan perasaan saya, kalimat itu tak cukup mewakili.
Hhh... akan lebih bersyukur kalau bisa ikut umrah sama mama. udah di-schedule-in dari tahun kemarin. Dan pas banget tahun ini momenx pertambahan usia. Tapi apa boleh buat, Allah belum manggil.

Sudah ah. Saya gak mau ingat2 yang sedih2. Saya harus kembali mengumpulkan semangat. Jumat pagi saya ada seminar proposal. Mudah-mudahan kali ini sukses. Duka yang sebelumnya belum kering. Kalau kena bogem lagi, saya khawatir dia akan bonyok dan membusuk. Nau'dzubillah... "buagang" klo kata orang2 di sini.

Doa-doa kalian membuat 22 ini jadi sedikit lebih bermakna. Setidaknya untuk memahami bahwa saya tidak hanya hidup untuk diri sendiri tapi juga untuk mereka di sana. Mungkin kalian hanya basa-basi (trima kasih kalau kalian tulus) tapi basa-basi ini berhasil meletupkan api kecil dalam diri saya. I'm on fire lagi :)
Sering-seringlah berbasa-basi. Mungkin saya akan suka.
yea... mungkin.

Rabu, 06 Maret 2013

1 step closer


Akhirnya proposal ini acc juga. Alhamdulillah...
Dengan jumlah bilangan 8 kali konsul sama pembimbing pertama. Starting sejak awal tahun 2013 dan sekarang udah Maret aja. Lama? ya emang gitu maux sang pembimbing. Sabar itu kuncinya.
Masih mending saya yang kurang lbh 2 bulan sdh bisa acc. Ada juga teman tetangga kelas sebelah yang konsultasinya itu sampe 10 kali. 10 kaliiiii meeeeeennn.

ya walau terhitung telat karena teman2 lain udah pada ujian meja, dan saya masih tertatih untuk seminar proposal tapi saya bersyukur masih dikasi hati yang lapang. Nrimo aja apa yang dikasi sama Alloh. Yang penting, mudah-mudahn berkah.

dagdigdug udah mulai kerasa nih mendekati seminar. Wish me penguji saya orangnya baik-baik semua. Tentu saja, 'baik' dalam kamus mahasiswa: 1. bukan dosen killer, 2. gak banyak nanya, 3. gak banyak maunya, 4. selalu tersenyum, dan 5. mudah meluluskan mahasiswa.

one step closer kalo katanya si Perri.

Mudah-mudahan semuanya lancar ya. ya seminar proposalnya, ya menelitinya, ya seminar hasilnya, ya ujian mejanya, dan akhirnya wisuda.

Rasanya pke toga gimana sih?

Minggu, 03 Maret 2013

Amor


Dan siapa yg tidak suka dengan cerita cinta? Cerita yang selalu membawa sejuta fantasi. Menghadirkan aliran listrik dahsyat (bahkan hanya) ketika melihatnya. Beribu-ribu literatur dan karya besar tercipta karenanya. Sweet even bitter selalu mampu kita telan untuk merasakannya. Indah.

Apaa? Kau masih berkata kau tak menyukainya?
Kau bercanda. Ya, kau tengah berbohong. Kau sengaja mengatakan itu untuk menutupi sikap melankolismu. Kau tak ingin dikatai cengeng, rapuh, dan drama. Katamu, itu hanya kisah yang dimanis-maniskan oleh segilintir orang cemen. Pinky.

Kau tidak bisa menyembunyikan segalanya dariku. Aku tahu kau butuh cinta. Aku tahu kau sangat menyukai kisah cinta. Hanya saja kau membelokkannya, mengingkarinya. Kau bergabung dengan sekte-sekte pencela mereka yang mencinta. Hitam.

Kau tidak bisa hidup selamanya dengan protes-protes keras akan kisah-kisah cinta. Kau tidak harus menjadi cengeng ketika mencinta. Cinta bisa mengajarimu banyak hal. Tentang kepasrahan dan kekuatan, drama dan ketegaran, galau dan usaha, sedih dan semangat, air mata dan senyuman, semuanya. Semua yang butuhkan.

Kau hanya perlu mencinta dengan caramu. Bukan melaknat para pecinta.
Anyway, ada UP d Global TV. Saya selalu menyukai cara mereka memperlakukan cinta. Bahwa cinta bukan hanya permulaan, tapi ia harus bertahan hingga akhir.

Selamat malam.
Selasa, 12 Februari 2013

Mogok


Kali pertama saya memberanikan diri mengendarai mobil di tengah-tengah padatnya kota Makassar, eh si merah malah mogok. akinya banjir. gara-garanya saya lupa matikan lampu. what the...... ?!

Kalo gak di paksa sama Papap, saya mah mending naik pete2 aja. Bisa leye-leye sambil denger musik dan kali aja bisa ketemu jodoh di sana *eh hihi.

Jadilah pagi itu bermodalkan nekat dan perasaan yang dumba-dumba, saya pun berangat. "Ayooo meraaahh... hajar bleh."

Sengaja berangkatnya agak kepagian biar bisa menghirup udara segar. Ia deh diulang, sengaja berangkatnya agak kepagian untuk menghindari macet.

Berangakat jam 6 pagi tiba jam 7 kurang 15 menit which is ini gak jauh beda kalau di sopirin papap. Dan biasanya  kalau saya naik pete2 bisa makan waktu 2 jam-an *hosh hosh. Wih, trade record gw sebagai pendatang baru dalam dunia driving hebat ini mah! besok2 mau coba tracking ah *Bapak saya nongol sambil berkacak pinggang.

Karena masih pagi, saya akhirnya singgah di Pantai Losari sambil ber haha-hihi dengan teman-teman dan tak lupa bak model papan atas dan fotografer profesional, kami pun mengabadikan wajah-wajah kami pagi itu.
Urusan parkir-memarkir, aman sentosa. Ya iyah, parkirannya sepi gitu jadi nggak saingan.

sret-sret.. mobil saya parkir mulus. Tanpa ada rasa curiga. Saya pun larut menjadi model sekaligus fotografer dengan teman-teman saya.

Tiba saatnya pulang. Rencana mau ke kampus buat konsul sama dosen pembimbing. Oke, ketangguhan saya menyetir kembali di uji.

Panas. Nyalain ac mobil. Eh.. kok.. aduh... ini kok gak mau nyala. Coba stater. Walah ora bisaaa. Kasus iki. Ingat Kak Dedi yang udah mahir bawa mobil. Kiki mana kiki? akhirnya nelpon kiki buat minta tolong (kak dedi itu pacarnya kiki, asal info aja!).

Kiki dan K' dedi pun nyampe. Fuuh... sedikit lega rasanya. Cek per cek benar saja, akinya memang banjir. Biasanya sih kalau kejadiannya kayak gitu, di dorong. Berkat bantuan beberapa bapak2 yang lewat, si merah pun di dorong *huh! dasar manja lu merah.


aduh.. makasih ya bapak-bapaknyaa. baik amat sih *nyeka air mata*
Tetap gak nyala.
"ada motorta? pergi mki saja cari bengkel trus strom ki akinya" kata si bapak. Mereka pamit melanjutkan perjalanan yang tertunda. Thank you bapaaaknyaaaaa.....
Kata bapak saya, "Kalau cewek itu yang mogok mobilnya, banyak ji itu orang yang bantu ki." apa pula maksudnya ini? -_-''

Untung K' dedi naik motor. Akhirnya aki mobil di lepas, ketok magic dulu. Katanya 2 jam bru selesai (klo naik angkot, saya bisa nih sampe di rumah).
Papap berkali-kali nelpon nanyain kabar anaknya *ato mobilnya ya?, berkali-kali nasehatin biar gak panik. Padahal sayanya adem ayem aja sambil minum teh kotak.

Sambil nunggu akinya selesai d strom, kami foto2 lagi *narsis so much emang!
Tiba2 ada reporter Celebes tv yang lewat. Minta tolong kita untuk diwawancarai seputar keadaan fasilitas baru di Pantai Losari yang udah mulai rusak-rusak. Alamak muka kusam bun cu'mala begini mau di wawancarai.

"Ogah ah, Mas. Muka saya kacau begini.."
"Sebentar ji dek. Kata-kata ta itu bisa memperbaiki kota Makassar"
ow ow oww.... saya terenyuh.
"Baiklah, Mas. Tapi nnti muka saya di edit ya biar kinclongan dikit." hihi


Iya, hari itu saya merasakan sensasinya ketika mobil mogok. Saya merasakan dumba-dumbanya (mau) masuk tv. Ah, hari yang lucu.
Saya berterima kasih di kasi kesempatan merasakan itu semua. Karena pengalaman adalah cara nyata untuk belajar.
Mudah-mudahan besok-besok saya lebih mahir lagi bawa mobilnya.

Penulis buku favorit saya pernah bilang gini, "Ketika kamu meminta sesuatu sama Allah, maka persiapkan juga jawaban mengapa kamu meminta hal tersebut. Biar nanti di akhirat ndak repot."

'Saya minta di perlancar driving Rabb. Agar supaya kegiatan saya yang bermuara untuk mengaharap ridho-Mu bisa berjalan lancar. Di samping, saya bisa kasi tumpangan buat teman-teman yang belum bisa berkendara.'


sudah baik dan benar belum jawaban saya?
Senin, 11 Februari 2013

"Boooooooooooodooooooooo amaaaaaaaaaaaaaatt....."

sudah kedengaran egois belum??
Minggu, 03 Februari 2013

lamaran kerja #2


Sudah hari ahad. Berarti sepekan lebih 2 hari. Belum ada panggilan artinya gak keterima.
Ya sudahlah. Belum rezkinya.

Ini sudah kedua kalinya saya melamar kerjaan. Kali pertama, udah sampai tahap microteaching. Bahkan udah di telpon (yg sepertinya buat ngomongin kontrak) tapi saya lepas begitu saja. Kali kedua ini gak ada kabar sama sekali. Ya nggak papa. Mau apa-apa juga gak ada guna.

Sangat berharap bisa keterima sebenarnya. Mengingat usahanya ituuuu.... sampai-sampai sol sepatu saya copot.

Jadi rencanya siang itu saya niat buat masukin berkas di daerah Bawakaraeng. Berhubung gak punya map, saya pun singgah beli map sekalin alteko buat ngelem sendal saya yang mulai nganga minta di kasi makan. Waktu di petepete saya sempat bingung, ini ngelem sendalnya gimana yak? masa iya saya angkat sendal saya trus ngelem aja gitu , berasa tuh angkot milik sendiri. Tengsin juga. Akhirnya saya berkali-kali nunduk sambil curi-curi buat ngelem.
Di tengah jalan teman saya ngabarin biar langsung ke daerah Sumigo sekalian wawancara soalnya bigbosnya ada di sana.
WHAT? WAWANCARA? artinya saya dan si bos bakal duduk berhadapan? Yaiyalah masa si bos duduk di lantai trus saya ongkang-ongkang kaki di atasa kursi. Bisa digeplak pala saya.
Trus sayanya di introgasi gitu? In English for sure?Dan saya sama sekali buta jalan untuk daerah situ. Gosh..

Bermodalkan niat dan si encun yang bersedia menemani, akhirnya saya nyomot dah tuh petepete yang menuju daerah sana. Di tengah jalan (again!) teman saya ngabarin lagi BAHWASANYA si bos udah capcus ke daerah Monginsidi.

*Petir menyambar *kilat bertalu-talu. Dan saya mulai lebay.

Yasudahlah. Akhirnya saya putuskan makan siang di dekat MP, sudah jam segini juga.
Abis makan, saya masuk ke mall buat shalat dan nyari alas kaki soalnya sendal saya ternyata gak suka makan alteko. Pengennya yang lebih berkelas katanya. Bah, padahal dia kan berkasta rendah scara tempatnya selalu di bawah dan diinjak-injak pula.

Pas mau keluar mall eh eh sol sendal saya lepas. Kalau aja bawa mentos, udah bergaya sok cool saya sambil ngelepas sol sepatu yang sebelah  Seperti yang di iklan-iklan itu. Dan untung saja, saya sudah beli sendal baru yang masih diplastikin. Ganti sendal.

Lanjut perjalanan dan masih bermodalkan niat, encun, dan petepete.

Nyasar! saya samasekali gak tau tempatnya dimana. Bolak-balik ganti petepete. Mana langit mulai gelap karena mendung. Akhirnya saya naik becak dan minta daengnya supaya diantar ke tempat yang dimaksud. Iya, saya gak modal buat naik taksi, Pemirsa! Puas??

Nyampe. Wawancara, sret sret sret udah. Segitu doang? gak sampai 5 menit ini mah. Terbayang-bayang perjuangan saya kesini yang hampir setengah hari. Aduh buyuuuuuung..

Tapi gak papa ya. Namanya juga perjuangan gak selalu manis. Yang penting udah berani melangkah dan akhirnya punya pengalaman buat di jadiin pelajaran ke depannya.
Tetap semangat kakaaaaa !


Rabu, 30 Januari 2013

Duri dimana-mana


Perlahan air mata saya jatuh. Tanpa tahu sebabnya, saya coba mengusapnya. Tapi rombongannya makin banyak. Hingga terisak. Ini seperti panggilan dari hati untuk mata. Saya tahu itu, karena hati saya bergetar.

Sepertinya bermula dari berita yang sedang marak muncul di televisi. Awalnya saya adem kulkas saja, tak acuh.  
"Ini hal biasa. Mereka tengah bermain. Pioner2 mulai digerakkan. Yang cerdas, akan menjadi pemenangnya. Tak peduli bagaimana caranya."

Tapi kemudian saya mulai melihat tawa kecut orang-orang. Tawa meremehkan. Saya benci itu. Sebenci saya pada fitnah-fitnah orang2 munafik.

Berlanjut, komentar-komentar yang menyudutkan, cacian penabuh genderang perang semuanya tengah bermekaran. Saya benci itu. Sebenci saya pada orang2 yang membusungkan dada, berjalan dengan angkuh, seakan di jidatnya tertulis: "Sayalah manusia paling benar."

Bukankah damai itu indah? Bukankah toleransi itu nikmat?

Saya sadar, jalan ini menuntut semua hal-hal yang saya benci itu terjadi. Mungkin itu yang membuat langkah saya gontai, dan mulai terlihat rapuh. Bukan soal internnya, tapi ini soal mereka-mereka. Saya yakin tujuan kita mulia. Saya tahu jenis perbincangan kita seperti apa.  Saya tidak sedang bertaklid buta.
Tapi saya tidak tahan. Saya bosan dan saya muak dengan orang-orang itu. Saya tidak mau terbakar nafsu dan ikut-ikutan mengata-ngati mereka. Tidak. Karena saya bukan mereka.


Ah, media. Kau sangat hebat mengobrak-abrik perasaan orang. Yang suci kau hinakan, dan yang hina kau lindungi. Percaya kah kau dengan Tuhan, Media? huh? Tak takut kah kau dengannya?
I do, media. Sangat takut.
Sabtu, 26 Januari 2013

Friend or foe


Jangan pernah dengarkan, Galang!
Mereka yang mengatakan bahwa kau tak punya teman. Kau sendiri. Temanmu hanyalah pojok kamar yang dingin dan dendangan-dendangan merdu dari petikan gitarmu.

Tak perlu iri dengan mereka yang banyak tertawa, banyak berkumpul, dan (terlihat) sepertinya baik-baik saja.
Sini aku bisikkan sesuatu, Galang: "Those are fake smiles". Percaya padaku.
Mereka saling berbagi senyum di depan. Tapi apa kau tahu apa yang mereka lakukan di belakang? mereka sibuk saling mencela, saling membongkar keburukanan masing-masing.

"alaaa.. foto profilnya sok banget! cantik juga tidak."
"mobil sedan ji lagi. Belum pi itu pajero."
"iiii... anu ji itu pekerjaannya bapaknya."

Halooo.. situ okey? situ sempurna???
Aku terperangkap waktu itu, Galang. Ingin ku tutup saja telingaku tapi mengapa malah senyumku yang mengembang.
Ya, aku tersenyum tapi dalam hati aku merasa jijik. Dan... ya, aku sama saja dengan mereka. Akulah sang ahli senyum tapi lihat! aku sedang mengolok-olok mereka di dalam hatiku.

Bertemanlah sebanyak mungkin. Tapi jangan lupa ikuti kata hatimu. Jika tak kau suka, maka tinggalkan.

For real, aku masih punya masalah dengan hal itu, Galang.
Pertanyaanku begini, jika itu sebuah kebaikan tetapi aku tidak merasa nyaman dengannya, apa harus aku tinggalkan?
Rabu, 23 Januari 2013

Perkenankan saya menjadi saya


Saya suka musik. Bukan hanya yang bernafaskan islami. Semua jenis saya suka, bergantung lirik dan melodinya.
Saya juga suka nonton. Apalagi film action. Tidak melulu harus film yang bernuansa islami (apalagi yang di-islami-islami-kan).
Saya suka main facebook, punya akun twitter, google+, whatsup, bahkan saya suka bercerita lewat gambar di instagram.
Saya suka jalan ke mall, ngumpul bareng teman, dan melakukan banyak hal.

dan,, siapa yang masih mengatakan bahwa itu semua sia-sia? buang-buang waktu? dan berbagai komen negatif lainnya. Tidak islami lah, tidak inilah, tidak itulah..

Saya mencinta Rasulullah. Terlebih.. saya selalu berharap cinta saya pada Allah tidak bertepuk sebelah tangan.
Tapi saya ingin mencinta dengan cara saya. Surga yang dijanjikan-Nya tidak hanya tersedia melalui satu jalan. Dia tidak hanya mencintai satu sifat. Abu Bakar orang yang begitu lemah lembut. Tapi tengoklah Umar. Keras dan tegasnya tetap di cinta oleh Rasulullah. Hidayah Allah pun hidup dalam dirinya.

Terlihat baik bukanlah jaminan. Dan sampul jelek bukan berarti buruk. Belajarlah pada buah manggis.

Dalam sebuah wawancara ketika ingin melamar pekerjaan, saya ditanya:
"apa makna hidup bagimu?"

saya tidak perlu berpikir 2 kali untuk menjawab bahwa hidup adalah pilihan. Semuanya tersedia. Bergantung padamu, bagaimana kau akan memperlakukannya. Jika kau ingin itu baik, maka itu akan baik. Jika kau memilih menjadikannya buruk, maka buruklah ia.

For sure, Yang baik itu adalah apa-apa yang bisa mendekatkanmu dengan Penciptamu.
Saya kira tidak ada yang Ia ciptakan dengan sia-sia. Hanya kita. Kita yang selalu menutup pintu2 kemungkinan untuk kebaikan dan sibuk mengorek kebusukan-kebusukan.

Belajarlah. Carilah. Apa yang Ia sukai. Lakukanlah. Dengan caramu. Tapi tentu tujuan kita hanyalah Dia yang Esa.

ohiya, ini Hari Maulid. Lakukanlah kebaikan-kebaikan dengan sederhana, jangan berlebihan. Kenanglah ia sang pembawa cahaya. Amalkan sunnahnya. Bershalawatlah untuknya dengan sederhana. Itu cukup.

اَللَّÙ‡ُÙ…َّ صَÙ„ِّ عَÙ„َÙ‰ سيّدنامُØ­َÙ…َّدٍ Ùˆَ عَÙ„َÙ‰ آلِ سيّدنا Ù…ُØ­َÙ…َّ
Salamun 'alaika Ya Rasulullah...
Sabtu, 19 Januari 2013

Past is you


Untuk apa lagi kau korek cerita yang sudah lampau. FYI, cerita masa lampau itu (klo dlm bahasa Inggris) pakai Simple Past. Dan seringnya Simple Past itu digunakan sama teks Narrative, isn't it? ah, kau tentu tahu. Kau sering memulai obrolan itu dengan Bahasa Ratu Elizabeth.
Cerita macam apa yang sering menggunakan teks narrative?
Fairy tale (salah satunya).
Dan saya sudah menganggap kisah2 itu seperti fairy tale. Saya sudah tutup buku. Saya akan membacanya lagi ketika saya butuh hiburan. Hanya sekedar hiburan. Semacam dongeng sebelum tidur. Hingga saya akan larut dalam mimpi-mimpi saya... dan menganggap kau pernah bersua di dalamnya. That's it. ENOUGH!

Kukatakan,
Masa lampau tetaplah masa lampau. Dia bukan masa sekarang apalagi masa depan seperti yang kau sebut-sebutkan itu.
Walau masa lampau mampu bersalin wajah menjadi masa depan, dia bukanlah berada pada sequel yang sama. Tetap saja berbeda. Karena rasa yang merasainya juga sudah berbeda. Semoga kau paham.

Kurasa kau sama seperti diriku. Kau hanya mencoba untuk kembali menyapa perasaan itu karena kau tengah bosan. Kau perlu beberapa baris kata untuk membuatmu tenang. Maka ambillah buku 'fairy tale' itu. Baca. Kemudian tertidurlah yang lelap. Semoga mimpimu bisa lebih kreatif untuk menghilangkan diriku disana.
Jumat, 18 Januari 2013

Maafkan daku, Encuuun


Bahagia itu sederhana.
Tapi ternyata kesedihan juga ikut-ikutan menyenderhanakan diri.

Cun, teman sepermainan saya nguambek. Sepele, karena telponnya yang tidak saya angkat. Tapi cius tak ada maksud hati untuk sengaja melakukannya. Kebiasaan saya malas ngecek handphone klo lagi di pete-pete. Pas ada kesempatan, ngecek, eh ternyata ada 3 panggilan tak terjawab. Si encun. Mau nelpon balik, tiba2 encun nelpon lagi.

"DIMANAKO?? dari tadi mi saya telpon2 tapi tidak nu angkat! "  tut tut tut. (di)putusin. Hanya sempat bilang maaf, si encun ngacir dengan lagu tut tut tut.

beberapa menit kemudian...
"Deluan meka padeng nah"
She texted me.

Jadi cerita awalnya (ini ceritax flash back nih... macam d pilem2)..
saya memang janjian sama doski buat pulang bareng. Tapi karena gak tau urusan saya di kampus sampe jam berapa, dan urusanx dia sampe jam berapa, akhirnya kita saling tunggu-tungguan. bolak-balik nelpon dan sms. Begitcuu..

Merasa gak enak hati, saya telpon dia. Gak diangkat. Yaudah di sms wae. Minta maap (lagi) dan blablabla. Gak di bales. Oh Encuuuuun.... jangan marah dong. lo kayak baru kenal gw kemarin subuh aja!

Berhubung chemistry saya dan encun (duilah..) udah tahap intermediate (macam lembaga kursus bahasa inggris), jadilah saya uring-uringan, gak enak hati, dan yeah well.. merasa bersalah.

Sederhana. dan itu kesedihan.
Sebenarnya sih kenapa kesedihan itu bisa sederhana, itu juga tergantung personality kita; sudut pandang kita. Seperti juga ketika kita bilang "Bahagia itu sederhana". Ada yang susah skali merasa bahagia. Ada juga yang sebenarnya bahagia, tapi dia tidak tahu kalau dia sedang bahagia. Mungkin terlalu sibuk memikirkan hal2 yang membuatnya tidak bahagia.
Dan dunno why belakangan ini saya sangat sensible. Senggolan dikit udah bisa bikin hari hari saya kelabu. fufufu.
eh lawannya sensible kan egois yak?
makanya being egoistic menjadi salah satu resolusi saya tahun ini.

Good news. Besoknya encun nelpon. Mungkin dia juga sadar terlalu sensitive hari itu. dan.... ah saya bahagia lagi. Sederhana. dan itu bahagia, Kawan !
Minggu, 13 Januari 2013

#reflection


Bertahanlah disana Perasaan Ini..
Saya butuhkan mu untuk tenangnya jiwa merasai esok..
Tangislah...
Setelah itu tertawalah yang cerah

Kita harus selalu bahagia untuk hadapi ini.
dan bahagia butuh lengkungan senyum.

Rayakan apa saja untuk membuatmu bahagia malam ini, Jiwa..

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates