Morniiiiing !!
face today and refresh our hope..
Biarkan kicauan burung membawa pergi semua ketakutan dan duka lara kemarin
Rasakan saja sejuk udara yang akan membawa kebahagiaan untuk hari ini, esok, dan seterusnya..
ya, seperti katanya,
#random
Mulai terbiasa dengan tempat ini. Cuci piring bukan lagi jadi masalah. Walo harus menengok kedalaman sumur, itung-itung belajar hidup dengan cara lain. Gak mudah memang, tapi tidak sulit kok. Yakin bisa. Pasti bisa Put.
Sekarang, tinggal bagaimana mengatasi malam. Gak bersedia menjadi sekuriti saya (honestly). Setidaknya mala mini, target ada di tempat. Tapi tetap saja, saya gak mau jadi sekuriti musiman. Selebihnya, (saya akui) masih harus banyak mengakrabkan diri. Tapi saya yakin, tempat ini sudah mulai bisa menerima atmosfer saya.
Hmm Sepertinya pekan ini akan kuhabiskan di sini saja. Tidak ‘keliaran’ lagi. Biar tempat ini makin akrab dengan atmosferku.
Ayolah Desember… datanglah !!
Kata NUMPANG itu tetap saja tidak mengenakkan untuk di dengar. I'll mine..
Yaitu..Menuliskan MAKANAN JEPANG dalam kertas biodata teman saya yang menanyakan makanan favorit (biasanya ditulis; makanan fav di lembar biodata ala anak SD). Keren aja kedengarannya. Gak biasa.
Teman saya: “eh makanan favorit kamu apa?”
Saya: “Makanan Jepang”
Teman-teman saya: “Wauw” ditambah dengan mata mereka yang berbinar-binar. *Plaak! Sadar Put! Bangun bangun euy
Tapi waktu SD saya belum pernah nyoba makanan Jepang. Makanya cita-cita luhur itu belum terwujud.
2 hari sebelum lebaran tahun ini (bagi yang lebarannya tgl 30 ags ’11) saya dapat tawaran buka puasa di restoran jepang. Mau mauuu mauuuuuuu.. terang aja saya mau, makanan asli jepang gitu(bukan namanya aja yang ala-ala jepang) gratis pula.. hehe *tanduk saya muncul.
Awalnya Eka (my brother) agak ragu: “halal gak sih?”
Talk to my hand, bro. saya aja baru makan di sini. Ketemeneheee. Kan situ yang ngajak makan ke sini..
finally setelah bertanya sama waitressnya, kami (saya, ke-2 kakak saya, dan K’ Icha) akhirnya bisa menghembuskan napas lega. Tapi gak bertahan lama, soalnya mukanya si mba juga gak menyakinkan *cuman perasaan lo aja, Put. (Ya Allah mudah-mudahan makanan di kala senja itu*halah halal bin tayyib). Kalau sampe mba nya bo’ong, saya bakal nagih di akhirat nanti. Awas lo mba’ !!
Makanan Jepang oh Makanan Jepang seperti apakah rasanya dirimu *ndeso mode on
Tiba-tiba saya teringat filemnya shinchan
Oh my,,
Shinchan kan biasanya makan pake sumpit..
Aduh.. bencana! Bencana! Saya belum pernah makan pake sumpit. Tengsin juga kalo minta sendok ato garpu. Ottoke?
Saya sudah bilang kepanikan saya itu kepada ke-2 makhluk yang gennya nurun ke saya (sepasang kakak saya). Tapi dasar makhluk tak berprikemanusiaan dan berprikeprihatinan, sayanya gak digubris. Malah diketawain pula ! hu..
Gak berapa lama kemudian, menu kami datang. Yang pesan? Tentunya bukan saya ! sayanya cuman manggut-manggut kaya’ burung pelatuk sambil bilang: “boleh boleh” waktu K’ Icha nawarin menu. padahal saya gak ngerti itu apa. Jangan-jangan saya di tawarin makanan mentah lagi. Jepang kan khas dengan makanan mentahnya.
Saya cuman bisa ingat satu nama menu makanan yang kami (lebih tepatnya mereka; my bro, my sist, and k’ icha) pesan. TORI KARAGE UDON *wih.. akhirnya bisa juga saya hapal ini menu.
This is it.. TORI KARAGE UDON
sejenis udang goreng tepung (tapi bukan udang goreng tepung yang biasa kita bikin d rumah) yang crunchy pisan euy.. wuenak tenan! trus ditemani dengan sejenis mi yang lebih mirip spaghetti sebenarnya. Ah… pokoknya susah mendiskripsikannya. Intinya, ini makanan enak dan cocok di lidah saya.
Oia, ada satu lagi menu yang saya ingat. WASABI *hahaha ini mah bukan menu. Ya ini memang bukan menu tapi SAMBEL. Hihi..
Sambel jepang yang warna ijo dan terkenal banget akan pedasnya. Saya yang gak doyan pedas, udah geleng-geleng deluan sebelum di tawarin.
Kembali ke masalah sumpit saya, akhirnya saya bisa make’ sumpit. Ya… walau rada-rada gemetaran awalnya. Hahaha… udik dasar !
Hmm mungkin kalau lembar biodata saya masih di simpan sama teman SD saya itu, saya akan berpikir lagi untuk menulis MAKANAN JEPANG di pertanyaan makanan fav. So far, makanan nyokap lebih tentram di makannya. Walau tak di pungkiri saya mulai suka dengan makanan Jepang. Bukan hanya karena keren di dengarnya, tapi memang lidah saya mulai akrab..
See? Lidah saya gak udik-udik amat ko’…. Haa !
Kapan-kapan boleh lah saya diajak makan ala Jepang lagi.. *ngarep
Kamis, Hari penutup untuk ‘keliaran’ saya tiap pekannya. Perasaan saya tentang ‘keliaran’ ini? Saya juga masih meraba, belum bisa memutuskan. Ingat kan, ketika ku katakan bahwa perasaan itu sesuatu yang ajaib dan bisa berubah-ubah seenak maunya?
Saya belum bisa menebak orang-orang disini. Saya belum bisa menebak ibu. Merasa kurang (di)senyum(i), itu minusnya. Tapi saya yakin, ibu bisa mengapresiasi saya lebih dari itu. Yah, mungkin memang butuh waktu. Yang pastinya 3 hari kedepan, saya sudah punya (apa yang saya sebut) kepastian. Selamat bertemu dengan ‘kepastianmu’ Put ! *baru terasa berharganya.. :’)
Oh, Desember segeralah datang !!
Hoooooaaam..
saya lagi tidak mood untuk menulis lebih jauh dari ini. Mungkin saya akhiri saja dulu di sini. Jika mood itu sudah datang, saya akan mencoba melanjutkan catatan ini.
Hey, apa mungkin tempat ini yang mempengaruhi mood saya?