Ini Jumat di 27 September 2013. Semoga semuanya baik-baik saja.
Semalam kau bermimpi apa? Jika itu baik, semoga itu melompat ke duniamu yang nyata. Dan jika buruk, meludahlah ke kiri 3x. Jangan khawatir, katanya, itu datangnya dari setan. Ah, kenapa yang buruk-buruk selalu kita kaitkan dengan tuan setan?
Bukan, bukan mimpi itu yang hendak kubagi. Ini mimpi yang bersinonim dengan harapan.
Kau punya harapan? cita-cita mungkin?
I do. a lot. dari jaman putih-merah sampai sekarang, Mahasiswa semester akhir.
Ada beberapa yang kesampaian dan ada yang hanya menjadi kenang-kenangan.
Dan kenangan itu masih tersimpan manis pada suatu file di otak dan di hati saya.
1. Pintar bela diri. samapai sekarang masih nyari komunitas yang pas buat ikutan. Ada yang tahu?
2. Jadi anak MAPALA atau sejenisnya. Yes, sebenarnya saya cinta petualangan. Tapi tidak dengan bapak saya. Saya tidak mendapat lampu hijau untuk bisa seenaknya naik-turun gunung, atau menyusuri hutan-hutan. "Tidak boleh! Anak perempuan kok kerjaannya begitu!" hheh.. lagi-lagi masalah gender.
3. Jago gebuk drum. Jangan tanya kenapa? kalau kebanyakan cewek maunya pinter maen piano, violoin, atau apalah yang girly-girly, saya hanya ingin drum. Biar bisa jadi pengganti samsack klo lagi marah-marah.
4. Backpacker. Pergi kedaerah yang belum pernah kau kunjungi sebelumnya, berkenalan dengan orang-orang baru, menebar senyum, sapa, dan salam. Lagi-lagi, kurasa bapak tidak akan mengizinkan.
segitu dulu yang masih bisa ku kenang.
buat kedepannya,
Saya mau punya mini library yang bisa saya share ke orang-orang. Semacam kafe baca. Berada ditumpukan buku itu mengasyikkan. isn't it?
Honestly, saya bukan biblioholic banget. bukan orang yang bisa mengkonsumsi segala sejens buku. Saya senang baca. Dan juga senang menghabiskan uang jajan buat beli buku walau kadang saya tidak membacanya sampai tuntas. Saya senang melihat rak-rak yang penuh tumpukan buku. Ahh.. indah. That's home!
Masih dengan dunia buku, saya juga berharapan punya sebuah penerbit atau paling tidak, saya bisa bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. As an editor, That's sound great huh?!!. ihh.. bulu kudu saya pada merinding.
Dan sampai sekarang, saya masih terus belajar memahami bahwa apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Bermimpi boleh, berharapan tidak salah, itu menjadikan kita hidup. Tuliskan semua mimpi-mimpi mu dan biarkan Sang Editor terbaik yang menyeleksinya.
hey, kalau dibaca-baca lagi, kenang-kenangan saya itu terlihat sangat maskulin ya?
I Grieve
3 minggu yang lalu

