Sabtu, 26 Januari 2013

Friend or foe


Jangan pernah dengarkan, Galang!
Mereka yang mengatakan bahwa kau tak punya teman. Kau sendiri. Temanmu hanyalah pojok kamar yang dingin dan dendangan-dendangan merdu dari petikan gitarmu.

Tak perlu iri dengan mereka yang banyak tertawa, banyak berkumpul, dan (terlihat) sepertinya baik-baik saja.
Sini aku bisikkan sesuatu, Galang: "Those are fake smiles". Percaya padaku.
Mereka saling berbagi senyum di depan. Tapi apa kau tahu apa yang mereka lakukan di belakang? mereka sibuk saling mencela, saling membongkar keburukanan masing-masing.

"alaaa.. foto profilnya sok banget! cantik juga tidak."
"mobil sedan ji lagi. Belum pi itu pajero."
"iiii... anu ji itu pekerjaannya bapaknya."

Halooo.. situ okey? situ sempurna???
Aku terperangkap waktu itu, Galang. Ingin ku tutup saja telingaku tapi mengapa malah senyumku yang mengembang.
Ya, aku tersenyum tapi dalam hati aku merasa jijik. Dan... ya, aku sama saja dengan mereka. Akulah sang ahli senyum tapi lihat! aku sedang mengolok-olok mereka di dalam hatiku.

Bertemanlah sebanyak mungkin. Tapi jangan lupa ikuti kata hatimu. Jika tak kau suka, maka tinggalkan.

For real, aku masih punya masalah dengan hal itu, Galang.
Pertanyaanku begini, jika itu sebuah kebaikan tetapi aku tidak merasa nyaman dengannya, apa harus aku tinggalkan?
Rabu, 23 Januari 2013

Perkenankan saya menjadi saya


Saya suka musik. Bukan hanya yang bernafaskan islami. Semua jenis saya suka, bergantung lirik dan melodinya.
Saya juga suka nonton. Apalagi film action. Tidak melulu harus film yang bernuansa islami (apalagi yang di-islami-islami-kan).
Saya suka main facebook, punya akun twitter, google+, whatsup, bahkan saya suka bercerita lewat gambar di instagram.
Saya suka jalan ke mall, ngumpul bareng teman, dan melakukan banyak hal.

dan,, siapa yang masih mengatakan bahwa itu semua sia-sia? buang-buang waktu? dan berbagai komen negatif lainnya. Tidak islami lah, tidak inilah, tidak itulah..

Saya mencinta Rasulullah. Terlebih.. saya selalu berharap cinta saya pada Allah tidak bertepuk sebelah tangan.
Tapi saya ingin mencinta dengan cara saya. Surga yang dijanjikan-Nya tidak hanya tersedia melalui satu jalan. Dia tidak hanya mencintai satu sifat. Abu Bakar orang yang begitu lemah lembut. Tapi tengoklah Umar. Keras dan tegasnya tetap di cinta oleh Rasulullah. Hidayah Allah pun hidup dalam dirinya.

Terlihat baik bukanlah jaminan. Dan sampul jelek bukan berarti buruk. Belajarlah pada buah manggis.

Dalam sebuah wawancara ketika ingin melamar pekerjaan, saya ditanya:
"apa makna hidup bagimu?"

saya tidak perlu berpikir 2 kali untuk menjawab bahwa hidup adalah pilihan. Semuanya tersedia. Bergantung padamu, bagaimana kau akan memperlakukannya. Jika kau ingin itu baik, maka itu akan baik. Jika kau memilih menjadikannya buruk, maka buruklah ia.

For sure, Yang baik itu adalah apa-apa yang bisa mendekatkanmu dengan Penciptamu.
Saya kira tidak ada yang Ia ciptakan dengan sia-sia. Hanya kita. Kita yang selalu menutup pintu2 kemungkinan untuk kebaikan dan sibuk mengorek kebusukan-kebusukan.

Belajarlah. Carilah. Apa yang Ia sukai. Lakukanlah. Dengan caramu. Tapi tentu tujuan kita hanyalah Dia yang Esa.

ohiya, ini Hari Maulid. Lakukanlah kebaikan-kebaikan dengan sederhana, jangan berlebihan. Kenanglah ia sang pembawa cahaya. Amalkan sunnahnya. Bershalawatlah untuknya dengan sederhana. Itu cukup.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيّدنا مُحَمَّ
Salamun 'alaika Ya Rasulullah...

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates