Rabu, 21 Oktober 2009



BLUM ADA ISI...... NNT YAWWHHHH... gambarx mi sj du...
Rabu, 09 September 2009

Ospek Dodol


Minggu yang melelahkan. Ospek yang menyebalkan kesendirian yang tak saggup diwakili kata-kata. Yeah.. ini minggu pertama Put tinggal sendirian d rumah kosan. Untungnya air mata tidak bercucuran. Udah habis kali ye.. waktu ospek. Cuman rasa lelah yang tersimpan. Pulang dari kampus…… langsung bobo aja d kamar kosan. Banyak yang ingin kuceritakan untuk minggu ini, tapi susah sekali membahasakannya. Lingkungan baru, suasana baru, orang-orang yang baru… membuat sedikit stress. Belum lagi pemikiran dan paradigma yang baru. Senior yang gila retorika, senior yang hobinya mukul, beh….. manusia atau penajajah sih??? Ngapain juga tuh ospek masih membudaya. Kata senior sih biar kita bisa merasakan bagaimana menderitanya orang yang tertindas. Tapi sapa sih yang mau ditindas??? Walaupun cuman ‘reka adegan’ tatap aja itu penindasan. Lagian ‘reka adegan’ tapi kok pukulannya beneran. Ya… mungkin itu yang dinamakan professional kali y?? Put sih asik2 aja sama yang namanya orientasi untuk mahasiswa baru.. toh itu kan langkah awal memperkenalkan dunia kampus kepada kita2 yang baru lulus dari seragam putih-abu2. cuman yang put gak setuju kekrasannya itu loh..! Put sampe nangis waktu liat teman2 cowok d pukul. Gilaa…. Mana bulan puasa lagi!!! Ckckckc.. puasa gak sih tuh senior???
Hal selanjutnya yang bikin Put muak d dunia kampus adalah mereka yang gila teori tapi nihil dalam soal aplikasi. Kayak burung yang pintar berkoar-koar. Sakit nih kuping dengarnya. Bahasanya sih keren abis… kayak pemikir sejati gitu….. tapi begitu liat kesehariannya… buseet segitu aja tuh realitanya.??
Jadi bingung nih cari contoh senior yang bisa diteladani di kampus.
Kangen SMA deeh…. Hiks..hiks..
Kampus… kampus….. apa segitu angkernya ya???
Pengalaman pahit yang Put alami waktu ospek adalah DI PUKUL SENDAL JEPIT. Kesannya sih cemen bgt.. cuman sandal jepit doang. Paling pedis dikit. Tapi gak tau kenapa ya… itu penindasan yang paling lekeat di memori Put!! Kalo gak ingat waktu itu lagi puasa……. Hmmm…beh…sumpah serapah bakal terlontar dari bibirku ini. Terpaksa husnusan aja.. sabar..sabar… badai segera berlalu!!!

g ada judul


Kamis, 20 agustus 09..
Tanggal itu masih teringat jelas d otakQ. Yaiyalah..kebanyakan ngisi tgl sih hr ini!!!! Registrasi sna…. Registrasi sini…. Ngisi tanggal smua…
Well actually tujuan hari ini bukan untuk melakukan registrasi apapun.. hmmmm… tapi beginilah takdir tuhan. dan aku?? Aku sama skali tidak menyesalix, justru sangat bersyukur karenanya…..wlopun g sempat ikut silaturrahmi maba tapi satu tugas terselesaikan….

Rute perjalanan hari ini sebenarnya hanya mau bersilaturrahmi dgn maba lain d kampus.acaranya d adakan salah satu organisasi yan ada di kampus. Ya…kupikir aku tak perlu meyiapkan apapun (apalagi metal) klo hanya untuk acara bgini. Paling cuman duduk, salam2an, trus dengar speatah kata deh dari penitiax. Tapi eh tapi……takdir berkata lain ding.. Put ktemu sama teman yang satu fakultas trus diajakin ke fakultas.. mmmm pikir2 dlu……ck, g ada salahnya. Toh Put mmg blum pernah ke fakultas. Jadilah Put kesana naik opelet karena jaraknya lumayan jauh dari tempat acara bwt silaturrahmi maba itu…
Sampai disana………. MasyaAllah,, ternyata memang ada registrasi lagi.. dan kali ini senior yang tangani langsung (mampus…. Ospek kecil-kecilan nihh…), mana tidak ada perisapan mental lagi?? Eh, tapi put kenalan sama teman baru satu fakultas, jurusan, dan prodi… agak sedikit lega rasanya. Put udah dapat teman untuk di kelas nanti. Mudah2an satu kelass… amin!!
Tapi terkadang memnag betul ya.. klo persiapan itu terkadang terlalu ribet. Menghabiskan waktu berpikir dan berkhayal. Spontanitas ternyata gak jelek2 amat. Buktinya hari ini bisa berlallu dan Put gak dapat masalh yang berarti dengan seniornya. Padahal dua teman yang baru aja Put kenal, sampai nangis loh…
Hmmm.. kupikir ini yang namanyarencana Allah yang selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Untuk aja Put pergi ke fakultasa hari itu. coba klo tidak, Put bakalan pergi sendiri… dan itu berarti Put harus hadapi seniornya sendiri..
Registrasi dan ospek kecil2an selesai pas azan dzuhur. Singgah shalat d mushollah.. eh, ternyata ada registrasi lagi. Put ktemu sama kk jilbaber yang ngjakin masuk ke organisasinya (pamfletnya memang sudah ku baca sebelumnya. Dan salah satu tujuan ke fakultas, y untuk daftar ini).
Wuuiiiiihhh… rasanya tulang-belulang mau rontok smuaa. Tapi masih ada satu destination lagi yang harus kutuju. Pawai d dpd……. Ku gunakan sisa tenagaQ kesana,setelah sebelumnya mampir dlu k jilc buat shalat asar dan ambil kartu alumni. Sampai dsana,orang2 sudah pada baris..Put telat 2 jam… tapi pawainya g jadi. Di gantikan dengan mendengar taujih (sambil berdiri berpanas-panasan ala siswa yang sedang upacara) sembari d ufuk barat sana matahari mulai malu2… senja mulai terlihat… cantik skali. Wlopun Put tidak sempat menikmatinya full karena harus menahan rasa cpek dan penat d sekujur tubuh.
Mo pulaaaaang,, tunggu aku kamar mandi..
Selasa, 25 Agustus 2009

Demonstrasi Berbeda dengan Kriminalitas
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), demonstrasi adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara massal, baik protes itu ditujukan kepada seseorang maupun kelompok atau pemerintahan. Dia juga biasa disebut dengan istilah unjuk rasa. Sedangkan demonstran atau manifestants adalah mereka yang melakukan demonstrasi atau para pelaku demonstrasi. Umumnya aksi demonstrasi banyak dilakukan oleh mahasiswa. Tapi tidak menutup kemungkinan para buruh, petani, dan mereka yang merasa tertindas dengan kebijakan-kebijakan juga melakukan demonstrasi. Mahasiswa sendiri banyak melakukan demonstrasi atas kebijakan-kebijakan pemerintah. Kebijakan pemerintah yang dianggap menindas. Tidak salah jika demonstrasi dikatakan sebagai sebuah tindakan kepedulian. Dimana letak kepeduliannya? Karena dengan melakukan demonstrasi bararti mahasiswa menunjukkan bahwa mereka peduli atas kebijakan-kebijakan pemerintah. Artinya mereka mengawasi kinerja pemerintahan. Di situlah letak kepeduliannya. Tapi
Pada dasarnya para mahasiswa melakukan demokrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Demonstrasi juga merupakan warning bagi pemerintah. Karena terkadang bukan kita yang tahu apa kekurangan kita. Kita butuh sebuah cermin. Dan cermin bagi kebijakan pemerintah ialah aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa. Demonstrasi berisi tuntutan bahkan tak jarang berperan sebagai perubah kebijakan. Kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan kehendak hati. Tapi satu hal yang sering menyesakkan dada ketika melihat aksi demonstrasi mahasiswa di televisi atau melihatnya langsung di jalan-jalan ialah demonstrasi yang berbentuk kekerasan. Tindakan anarkis. Bukannya membela rakyat, malah menyengsarakan rakyat. Apalagi sampai merusak fasilitas-fasilitas umum. Apa yang kita dapatkan?? Saya rasa hanyalah kerugian. Dana yang seharusnya digunakan untuk membantu rakyat kecil, malah mengalir untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat demonstrasi. Belum lagi tindakan melawan polisi sampai dengan melakukan aksi lempar-melempar batu dengan aparat keamanan. Bukankah kesemua tindakan ini termasuk tindakan kriminalitas? Atau masihkah ini menjadi bagian dari kegiatan demonstrasi? Lantas, samakah defenisi demonstrasi dengan tindakan kriminal?? Saya kira tidak seperti itu.

Proses demokrasi hendaknya dilakukan dengan damai dan terorganisasi dengan baik. Agar tidak muncul masalah baru. Dengan mengutip sebuah slogan : Mengatasi masalah tanpa masalah. Tidak hanya bisa berteriak tentang perbaikan tapi mampu memberikan solusi, menuangkan pikiran demi terwujudnya realita akan hal tersebut.

-Marliani Putri C-
Minggu, 23 Agustus 2009

THE GUARDIAN


Mendengar kata Guardian mengingatkan saya pada seseorang wanita perkasa. Dia bukan seorang petinggi negeri . Apalagi seorang tokoh yang melegenda. Tak ada jasa berarti yang dapat diberikannya kepada negeri ini. Dia bukan seorang tokoh nasional layaknya seorang R.A. Kartini. Tapi dimataku dia lebih dari seorang kartini. Dia pahlawan dalam keluargaku. Dia malaikatku. Dia Guardian dalam hidupku. Dialah ibuku. Tentu sebelum menyebut kata ibu, selayaknya kata Guardian kusematkan kepada Dia yang telah menciptakanku. Dialah Tuhanku. Allah SWT. Tapi Gelar Guardian tentu tidak setara dengan asma-asmanya. Nama-nama indahnya jauh berada di level paling atas dibandingkan dengan kata Guardian. Tentu. Karena kata Guardian adalh gelar yang dibuat oleh manusia. Sementara nama-namaNya telah tertulis dalm kitabnya yang tentu merupakan ‘Maha KaryaNya’ sendiri. Apalah arti karya manusia dibanding dengan ‘karyaNya’.

Bilamana seseorang dapat dikatakan sebagai guardian??? Tentu saat ia mampu untuk memberikan jasa yang berarti kepada orang lain. Menjadikan Gelap berubah menjadi terang. Mengubah padang pasir menjadi padang rumput hijau yang sedap dipandang mata. Menyulap gubuk menjadi istana Sulaiman. dan banyak keajaiban lain yang dapat dilakukannya. Dia yang menentramkan. Dia yang mendamaikan. Dia yang membawaa kesejukan. Menjanjikan keindahan. Dialah yang pantas menggandeng gelar The Guardian. Ketika kita sedih, dia akan menjelma layaknya seorang badut. Menghibur kita, hingga rasa sedih berubah menjadi sebuah simpul senyum yang indah. Ketika kita takut, dia akan mengepakkan sayapnya. Memeluk kita hingga kita terlelap didalamnya dan melupakan segala keresahan. Ketika kita tak sanggup berdiri,dia menawarkan punggungnya. Menggandeng kita ketempat yang dituju. Dan saat kita tertawa, dia akan ikut merasaakn kebahagiaan kita. Bahkan terkadang dia akan menolong kita sebelum kita memperoleh masalah. Begitu berartinya nilai seorang Guardian.

Banyak hal yang melatarbelakangi seseorang memberikan gelar Teuardian kepada orang lain. Mari bercerita tentang sebuah legenda dari negeri 1001 impian. Disan ada Aladin dan lampu gosoknya. Saat Aladin menggosok lampu tersebut, dengan sekejap keluarlah sang jin yang mampu mengabulkan segala keinginan Aladin. Hal ini dilakukan sang jin karena merasa berhutang budi atas jasa aladi yang telah mengeluarkan dirinya dari dalam lampu tersebut. The Guardian. Seperti itulah peranan sang jin bagi seorang Aladin. Dan balas jasa adalah hal yang melatarbelakangi jadinya jin sebagi guardian untuk Aladin. Berbelok ke kisah yang lain. Disana ada Cinderella. Tak ketinggalan sepatu kacanya dan tentu saja peri yang menolongnya sehingga Cinderella mampu mengahdiri pesta dansa di istana pangeran. Sang Peri menolong Cinderella karena kepribadian Cinderella. Cinderella yang baik hati dan teraniaya. Rasa iba. Mungkin itulah yang melatar belakangi sang peri menjadi The Guardian untuk Cinderella. Dan apa yang melatarbelakangi diri saya membrikan gelar The Guardian kepada ibu saya?? Itu karena keberuntungan. Keberuntungan karena saya lahir dari rahim seorang perepuan seperti dia.. Mungkin jika saya lahir dari rahim ibu tiri Cinderella, predikat Guardian tidak akan saya berikan kepada ibu saya itu. Karena tidak semua ibu pantas menggandeng gelar guardian. Atau mungkin tidak semua anak menyadari bahwa ia memiliki seorang ibu yang seperi malaikat. Yang pantas menggandeng gelar guardian.
Jumat, 31 Juli 2009

Pengumuman SNMPTN……


Well..well.. it’s time to be a big girl again…
Put gak lulus SNMPTN.. wlopun memang gak b‘harap lulus (kan Put udah pegang ap yag Put mau..) tp tetap aja rasa kecewa itu ada.. liat semua tema2 Put pada lulus..
hupphh… big girls don’t cry..
Kalo d pikir2 sih.. ngapain kecewa.. toh Putri mmg berharap tdk lulus. Dan doa itu terkabul..(makanya klo berdua jangan ngasal, Put..). Tapi..ada rasa yang tak mampu Putri terjemakan..semacam kabut tipis yang menyelimuti hati..rasanya sulit menangkap cahaya.. akal pun tak mampu berpikir logis… ini yg terbaik put.. ini yang terbaik…
Mungkin ini cuman sedikit rasa malu kale y??
Serasa orang tebodoh d dunia gitu……. (g.. g.. g ad orang yang bodoh… cmn memang yang terbaik itu d UNM saja Put… jodohnya memang d situ..)..
Bukannya dari dulu memang maunya di situ kan??? Hati…hati… susah sekali menebakmu..
Kita biarkan waktu menjamah hati agar menjadi ikhlas..
Masalh berikutnya adalah…….
Aku mau tinggal dimana?????
Slama ini kan Put blum pernah jauh dari orang tua. Ya…. wlopun cuman Makassar-maros.. tapi bagi Put itu jauh bgt.. g ada mama..g ada kamar Put lagi… g ada Aulia (ade aru Put)..Ya Allah sabarkan diri ini…. Bukannya bersabar dalam kebaikan itu bernilai pahala y?? ayo akaaal bekerjalah….
Awalnya sih Put sudah punya calon rumah kos. Rencanaya mau tinggal bareng Mardia. Tapi mardia lulus d Unhas dan mungkin ukhtiQ itu akan melanjutkan d sana. Bingunglah aku… padahal dulunya mantapp bgt ni hati mau tinggal bareng dya. Malahan diam2 sudah kuprogram kegiatan2 yang bakal kita lakukan d sana.. buuuuut rencana tinggalah rencana. Sepertiya Allah memang sedang menguji kesabaraku lagi. Aku berpikir Pemilik Citaku itu sedang memuat skenario baru dalam hidupku. Apapun yang di takdirkannya… itu semua darinya… dan aku yakin itu yang terbaik..Amin Ya Rabbal Almin.. kuserahkan semuanya kepadamu, Duhai Pemilik Cintaku..

kupikir smua masalah akan punya jalan kluar… hanya butuh kesabaran untuk mengungkap tabir rahasia Allah.. karena sungguh takdir itu akan lebih nikmat jika menjadi rahasia..
Minggu, 19 Juli 2009

Ngebloging lagi


It was my 2nd blog. tidak merasa nyaman dengan blog yang dulu, makanya kepikiran buat blog yang baru.
Terlalu banyak yang GR. terlalu banyak yang tersendir. terlalu banyak kenangan disana ...
Kenangan yang sudah ku hapus.
walau masih ada backupnya. Hhe'
Bagaiaman pun kenangan yang terdokumentasi akan lebih hidup dan menghidupkan. Aku yakin, suatu saat kenangan itu akan menjadi bahan perenungan yang sungguh berarti bagi masing2 kita.
Maka dari itu, MENULISLAH !!
Apa saja.
tak usah memikirkan EYD ataupun aturan Grammar.
Sesuka kamu.

WELCOME to MY FREEDOM WRITING

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates