Entah apa yang terjadi? Aku hanya mencoba untuk kembali menggali kegemaranku. Membaca novel. Aku suka novel itu. Tokohnya mengingatkanku akan sosok diriku yang dulu. Aku yang pendiam. Aku yang datar. Aku dan duniaku sendiri. Aku yang membenci orang terlalu tau banyak tentang diriku-apalgi jika mereka sok tau-.
Aku ingin kembali seperti yang dulu. Bahasaku. Sikapku. Semuanya.
Yeah, ku pikir ini lagi-lagi masalah proses. Proses itu sudah mengantar ku ke jenjang perkuliahan yang membumihanguskan semua sifatku dulu. Entah mengapa sekarang aku jadi lebih loyal. Loyal untuk bercerita tentang diriku. Tentang hidupku. Padahal sungguh.. Dulu aku sangat membenci kalo orang banyak tanya tentang diriku. Cih ! Apa urusan mereka dengan diriku?
Tapi apa yang terjadi sekarang?
Biasanya aku berpikir bahwa ini tentang cinta. Ralat.. Maksudku tentang kreativitas. Yeah.. Aku selalu mengaitkan antara cinta dan kreatifitas. Merasakan cinta mampu membuat kreativitas mu berjalan mulus. Bahasamu akan keluar dengan sendirinya.
Tau apa keinginan terbesar ku saat ini? Aku ingin menulis sebuah kisah. Tapi aku tak bisa menulis dengan mood yang seperti ini. Apa aku harus jatuh cinta dulu, sebelum menulis sesuatu? Oh.. Ayolah……. Aku bahkan sudah muak dengan sesuatu yang berbau picisan . Wuek. Itu membuatku mual.
Yang kuinginakan hanyalah, diriku bisa kembali seperti dulu. Putri yang sibuk dengan dunianya sendiri. Putri yang ekspresinya datar- aku lupa apa istilah Tika untuk orang yang seperti ini-. Ketawa seperlunya. Punya banyak pikiran aneh di kepalanya.
Aku sadar, ini mungkin bukan pilihan yang baik.
Aku ingat saat pertama masuk kuliah. Saat sifat-sifat itu masih melekat pada diriku. Ekspresi datar, dan kawan-kawannya itu. kemudian teman-teman kampusku berkomentar tentang sifatku. Katanya aku anehlah. Sedikit misterius.. Gak bisa di menegrti-terutama ekspresinya-.. Dan banyak lagi perkataan lainnya. Saat itu aku hanya bisa bilang, "masa?". Tapi sesungguhnya komentar-komentar itu sudah tidak asing lagi di telingaku. Saat SMA, teman-temanku juga bilang begitu. Tapi toh, aku tidak begitu peduli. Mereka tidak tau apa-apa tentang diriku. Itu hanya komen orang-orang yang sok tau, pikirku dulu.
Arrgghhhh,… ini semua gara-gara novel itu. Aku jadi harus merindukan semua sifatku yang dulu.
Haruskah aku kembali seperti yang dulu. But, it comes naturally. Saya tidak pernah berencana untuk mengubah sifatku. Semuanya terjadi begitu saja. Duarr.. Sim sala bim !
Ps. Aku senang, bahsaku bisa kembali di tulisan ku kali ini !
Welcome Back, Putri !!
Tx for Pram
I Grieve
3 minggu yang lalu
