Sabtu, 26 Januari 2013

Friend or foe


Jangan pernah dengarkan, Galang!
Mereka yang mengatakan bahwa kau tak punya teman. Kau sendiri. Temanmu hanyalah pojok kamar yang dingin dan dendangan-dendangan merdu dari petikan gitarmu.

Tak perlu iri dengan mereka yang banyak tertawa, banyak berkumpul, dan (terlihat) sepertinya baik-baik saja.
Sini aku bisikkan sesuatu, Galang: "Those are fake smiles". Percaya padaku.
Mereka saling berbagi senyum di depan. Tapi apa kau tahu apa yang mereka lakukan di belakang? mereka sibuk saling mencela, saling membongkar keburukanan masing-masing.

"alaaa.. foto profilnya sok banget! cantik juga tidak."
"mobil sedan ji lagi. Belum pi itu pajero."
"iiii... anu ji itu pekerjaannya bapaknya."

Halooo.. situ okey? situ sempurna???
Aku terperangkap waktu itu, Galang. Ingin ku tutup saja telingaku tapi mengapa malah senyumku yang mengembang.
Ya, aku tersenyum tapi dalam hati aku merasa jijik. Dan... ya, aku sama saja dengan mereka. Akulah sang ahli senyum tapi lihat! aku sedang mengolok-olok mereka di dalam hatiku.

Bertemanlah sebanyak mungkin. Tapi jangan lupa ikuti kata hatimu. Jika tak kau suka, maka tinggalkan.

For real, aku masih punya masalah dengan hal itu, Galang.
Pertanyaanku begini, jika itu sebuah kebaikan tetapi aku tidak merasa nyaman dengannya, apa harus aku tinggalkan?

0 komentar:

Posting Komentar

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates