Selasa, 12 November 2013

The Owner of F


Saya butuh sebuah jawaban. Mungkin setelah kau menjawab pertanyaanku, Ais.
Atau mungkin kau bisa menjawabnya, Galih.
Karena kulihat kalian berdua berkawan dengan S.

To be honest, I don't like S. Dia pernah menganggu senjaku yang lelah. Tiba-tiba dia muncul saat peluh mengajakku untuk berbaring sejenak sembari mendengarkan lagu-lagu kesukaanku.

1 message received. Sebuah kotak surat terisi.
Aku buka.
Sebuah salam. Kujawab: "Wa'alaikum salam." walau dalam hati saya bertanya-tanya. Siapa ya?
Percakapan berlanjut. Hingga pada satu kalimat saya menyimpulkan bahwa S kenal dengan F. oh okaayyy masalah cowok toh? Saya mulai paham kemana arah pembicaraan ini berlangsung.
Ini bukan sekedar perkenalan. Ini sebuah introgasi. Aaaaaaand, saya TIDAK SUKA DIINTROGASI. Sebenarnya bahasa yang dia gunakan normal2 saja, halus sehalus mungkin. Tidak pake urat. Tapi entah mengapa itu terdengar seperti... emm.. errr... saya sedang merampas sesuatu dari S. Sesuatu yang ia akui miliknya, tapi ternyata (oh bukan. seharusnya saya menggunakan 'malangnya') yang dia akui itu tidak merasa dimiliki oleh S.

O My Lord, sebagai sesama perempuan saya berasa sedih.
"Kasihan saja. cuman gara-gara cowok -apalagi cowoknya kayak kamu- sampai harus berbohong seperti itu. " Ungkapku pada F ketika kucoba melakukan tabayyun dari berita yang kudapat dari S.
"Lalu saya? siapa yang kasihan pada saya? Semua kasihan pada dia. Padahal yang menjadi korban kan sebenarnya saya?"

haha inilah hidup, boy. Perempuan selalu direkayasakan menjadi objek dan laki-lakilah subjeknya.

Jadi,
wahai Ais dan Galih, maukah kalian menjawab pertanyaanku?
Darimana kalian mengenal S? Sudah berapa lama kalian mengenalnya? Apa pendapat kalian tentang S? Apa dia memang selalu melakukan hal2 diluar dugaan? daaaan... apakah dia sudah menikah?
well yang terakhir tak perlu kalian jawab. Sepertinya aku tahu jawabannya.

Tapi pertanyaan2 ini mungkin akan kusimpan dulu. Sampai mungkin kita (aku dan kau, Galih atau aku dan kau, Ais) tidak punya lagi bahan obrolan lain. Ya, ini hanya akan menjadi pertanyaan pembunuh waktu saja. Because I've promised to my own self that I dont want to make my brain full of something yang tidak penting untuk saya ketahui.
yea, memang kalau saya tau banyak tentang S lalu kenapa? Tidak ada laba dari itu.

Dan kau S, bagaimana kalau saya mengetik tombol 'UNFRIEND' atau mungkin 'BLOCK' pada social media yang mempertemukan kita?

0 komentar:

Posting Komentar

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates