Kali ini, anggap aku sedang membuka lembar demi lembar sebuah proposal. Membaca CV lengkap sekaligus berinteraksi langsung dengan si pelaku. Mengobok-obok pendapat orang2 sekitar tentang ini dan itu. No sense.
Faktanya, sampai sekarang tak kutemui ketenangan. Mungkin benar bahwa aku sedang mengulur waktu. Tapi jika kau cerdas (dan tentu saja tegas) kau bisa mengambil keputusanmu sendiri.
Banyak yang minus menurut orang-orang. Menurutku? ah, aku belum tahu. Tapi yang pasti, aku gampang tersenggol gonjang ganjing opini orang lain. Karena mereka banyak menebar fakta (yang sepertinya aku juga merasakan hal yang serupa).
Apa kurang melibatkan Tuhan?
Tidak mungkin. Aku berkisah di bulan terbaiknya. Berharap agar ia memilihkan yang terbaik
: yang inginku dan inginnya bisa bertemu.
sayang, sepertinya yang sedang kulakukan tidak sesuai dengan ingin-Nya.
maka sekarang aku akan diam dalam apa-apa yang Ia larang. Menunggu Ia memutuskan. Menunggu perasaanku merasakan ketentraman yang ia janjikan.
Kau benar akan datang malam ini? aku tidak mengharapkannya.
maaf.
I Grieve
3 minggu yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar