Selasa, 04 Desember 2012

unfamiliar rain


Coba tengok keluar, Galang. Kau lihat? perempuan itu, Perempuan bodoh yang sedang mengais pasir. Memainkan lidi2 kayu tak tentu arah. Menulis sembarang 
Seharian kerjanya hanya menggerutu. Tanpa hujan, ia mengeluh gerah. Dengan hujan, ia berkata benci. Hujan akhir tahun ini mempermainkannya. Rintiknya tak lagi mampu menenangkan perasaannya. Tak ada lagi panggilan hujan yang begitu ia rindukan. Semuanya hambar. Biasa. Dia malah memilih tidur, perbuatan paling sia-sia yang dilakukan ketika hujan, pikirnya dulu.
Tapi ini hidup, Kawan. semuanya bisa berubah. Termasuk selera.

Kini, kita tinggalan saja dia dan keluhannya.
Hujan semakin deras. Nanti kau sakit.



0 komentar:

Posting Komentar

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates