Sabtu, 08 Desember 2012

1001 alasan


Maaf atas ketidakhadiran saya yang tanpa izin hari ini. Saya bingung. Kelamaan menimbang, akhirnya saya tidak pergi. Sebenarnya saya tidak punya alasan sehingga saya bisa dimintakan ampun. Sekali lagi, saya hanya kebingungan. Tapi jika memaksa mengeluarkan alasan, maka saya akan bilang kalau dapur saya banjir, gara2 westafel tempat cuci piringnya yang mampet. Dan saya juga bisa mengatakan: saya harus masak. ahhh... banyak skali alasan yang bisa saya keluarkan. Tapi, sebenarnya segalanya bisa diusahakan. Hanya saja saya yang kurang usaha atau mungkin.. saya tak lagi menemukan alasan untuk berusaha.

Ada apa dengan saya???

Saya berasa pemilik 1001 alasan. Saya ratunya ngeles. Bagaimana tidak, saya belajar sudah hampir dua tahun. Jika boleh memilih, saya tidak ingin seperti ini. Saya juga ingin menjadi sebaik2 prajurit, yang bisa mengikuti segala perintah. Tapi rasanya Tuhan tidak menganugrahkan semangat itu untuk saya. Saya sudah mencarinya melalui kesabaran saya selama kurang lebih dua tahun ini. Yang ada, makin ke sini, saya semakin buruk.
Adakah jalan lain untuk menjadi orang baik?
Dan.. bagaimana saya harus mengatakan kepada kalian tentang perasaan saya ini??
Saya hanya ingin menjadi seorang baik yang merdeka. itu sudah...

0 komentar:

Posting Komentar

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates