Jumat, 29 Juli 2011

Kau percaya kalau perasaan itu adalah anugerah dari Allah yang begitu ajaib?

Dia bisa berubah dengan seenak maunya. Hari ini beda, beberapa tahun yang lalu juga beda.

Perasaan pula yang merupakan pangkal sebab timbulnya penyesalan (anyway, setidaknya ini yang berlaku untuk saya). Mungkin hari ini kita memutuskan untuk begini, tapi tahun depan keputusan itu ternyata salah. Itu karena perasaan kita yang telah berbeda.


Terkadang, saya takut mengambil sebuah keputusan. Takut menyesal. Tapi berdiam diri juga mustahil. Do something, must be do something ! tapi apa?

Saya bingung dengan perasaan saya sekarang.


Dulu, 25 Oktober 2009, Kurang lebih 2 tahun yang lalu perasaan saya tidak seperti ini. Saya masih punya setidaknya sedikit rasa empati sama dia. Tapi sekarang, saya muak. Sangat muak. Entah apa yang merasuki saya 2 tahun ini? Saya hanya berharap semuanya berhenti dan segera berlalu. Menjadi sebuah sejarah yang (jujur saja perasaan saya saat ini) tidak ingin mengenangnya. Tapi, tanda Tanya besar yang kemudian muncul adalah “apakah beberapa tahun ke depan saya masih tetap akan muak? Atau kemudian saya akan merutuki diri saya karena menghapus kisah ini dari album sejarah hidup saya?”

Do something apa yang harus saya perbuat?

Mengambil keputusan dengan perasaan yang sekarang, atau diam menunggu perasaan saya beberapa tahun kedepan?

Tapi sekali kali, bukankah diam adalah kosa kata yang mustahil dalam kamus kehidupan?

Diam adalah tidak hidup, tidak hidup berarti mati. Diam adalah mati.

0 komentar:

Posting Komentar

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates