Minggu, 04 November 2012

Bahagia yang sederhana


Dan begitulah kelanjutannya...

Aku mulai teerbiasa dengan muncul gambar amplop di layar handphon ku. Dan seperti yang sudah tertebak, Namamu muncul di sana.
I'm addict...
Siang hari, sebelum dzuhur. Ah waktu2 itu selalu terekam manis di otakku. Hingga di siang hari berukutnya aku seperti kehilangan sesuatu. Kau tak muncul. Dan ada yang minus di hari itu rasanya. Ternyata tidak hanya sehari, hari berikutnya pun seperti itu. Jadwal mu racau. aku tak tahu lagi kapan harus mengecek handphon. Tahu tidak? Ku rasa kau tak tahu, ada rasa yang tidak bisa ku defenisikan ketika tak satu pun pesanmu yang masuk. Kau kemana?
Dan ketika ku pikir aku akan belajar untuk pelan-pelan terbiasa tanpamu, tanpa pesan-pesanmu, kau malah tiba2 muncul. Menjengkelkan.
Kali ini tidak dengan pesan singkat, kau malah menelpon. Katamu untuk menghabiskan jam gratis. Dan hei, itu pertama kalinya aku mendengarmu tertawa. Aku tersenyum tanpa suara. Ketawa mu lucu. Ah, aku bahagia lagi.


Apa besok kau akan muncul?
oia maap, baksonya habis. Kacang telur pun tak ada.

0 komentar:

Posting Komentar

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates