So sorry for my absent, Galang.
HP yang ku beri nama 'Piy' yang selalu menjadi penghubung antara kita hilang. Entah dimana. Entah kemana.
Modem yang biasanya ku gunakan untuk mengunjungimu juga ikut-ikutan hilang.
Tapi, bukankah itu sensasinya memiliki? bersiap kehilangan. Iya kan, Galang?
Si 'Piy' mungkin marah karena akhir2 ini aku sering menyebut nama-nama lain. Mungkin dia pikir, akan lebih baik jika menjauh dariku agar nama-nama yang kusebutkan bisa segera menemaniku.
Teman-temanku menyebut ini: modus. Ahh.. terserah kalian sajalah. Tapi asal kau tahu Piy, aku masih sangat menyayangimu. Walau kau sering berbuat ulah. hiks
I do miss you, Piy. Semoga yang menemukanmu jauh lebih bisa memanfaatkanmu dari pada aku. Sehingga aku tak akan punya alasan untuk menuntutnya kelak.
Rasanya belum pengen punya HP lagi, Galang. Tapi nda dapat restu dari papap. "Bagaimana caranya mau dihubungi kalau nda pegang HP? beli HP yang 300 ribuan saja!"
Waduh. Komuniketer dong: komunikasi dan senter doang HP nya.
Tapi kayaknya gak punya HP juga enak.
Gak banyak yang ganggu tidur siang, gak banyak yang ganggu kalau lagi pengen sendiri.
bBagaimana jika aku kasih kamu satu tantangan, Galang?
Lepaskan HP yang ada di tanganmu sekarang. Nonaktifkan. Simpan di dalam lemari pakaian mu. Anggap dia hilang...
Bermainlah dengan perasaan yang baru. Perasaan tanpa handphone. Maka.. kau akan menemukan kegelisahan apalagi kau anak jaman ini.
Selamat Malam, Galang.
Kalau tak mampu, lupakan saja tantanganku.
:)
I Grieve
3 minggu yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar