
well, saya suka hal yg berbau kritis. sounds good. wlo mungkin saya tidak termasuk dalam jajaran yang senang mengkritik secara lisan. pake' mulut bagi saya bukanlah sebuah penyelesaian, salah-salah malah nambah masalah.
seringnya, saya cuman bisa mengkritik lewat tulisan (yang di baca oleh diri saya sendiri) atau hanya dalam pikiran saya.
yesterday, I bought 2 new books. judulnya :
1. Cado-cado (catatan dodol Calon Dokter)
2. Curhat Setan
yup, Curhat Setan. sebenarnya tak ada planning untuk beli nih buku. cuman gara-garanya di cuekin sama pramuniaga d gramedia, jadinya saya pengen curhat dah sama setan.. -becanda-
Salah satu alasan saya membeli buku, ya karena judulnya. Buku yang kedua ini belum saya baca. baru juga pengantarnya. tapi, waktu surving @mas gooogle, gak sengaja saya dapat link unggah mp3 curhat setan. penasaran, saya cb donlot tuh lagu..
gak nyangka, liriknya tajaam meen..
nih, contekan liriknya
setankah alasan bodohnya rutinitasmu
atau pilihan manusia tuk benar dan salah
kau tahu dunia tergerak olehmu
lalu kenapa setan selalu disalahkan
kembalikan semua pada diri kita
hancurkan semua alasan bodoh itu
setan bukanlah penguasa jiwa
manusia tentukan hidupnya
kritis? jangan ditanya! nilai saja sendiri.
kayaknya nih ya, si empunya nih lirik temenan akrab deh sama setan. di belain gitu.... hehehe
saya 100% setuju klo bukan hal yang bijak melemparkan kesalahan pada orang lain (emang setan itu orang? tanya Budi!). ngaca! beli cermin yang gede biar bisa refleksi diri secara utuh. jangan taunya cuman mengkambinghitamkan orang. belajar mengakui kekhilafan karena kata khilaf lah yang membedakan kita dgn Pencipta kita.
tapi dalam kasus ini, saya juga percaya klo setan (iblis) punya andil dalam menjerumuskan manusia ke kedevilannya. bukankah kaum mereka sudah berjanji bahwa mereka takkan berhenti sampai manusia mengikuti kesesatan mereka?
waktu dengar lagunya, saya membayangkan diri saya berada di sebuah kamar ukuran 3x4 yang super gelap dengan buku bacaan bertebaran di setiap sudut kamar. tak lupa gitar yang saya gendong menemani nyanyianku ttg lagu ini. merutuki nasib, ato mungkin marah kepada tuhan. pokoknya, mirip-mirip orang depresi lah..
tapi itu bukan saya, dan saya selalu berdoa semoga itu tidak terjadi kepada saya. hhoooa... terlalu bodoh untuk mempertanyakan keadilan Tuhan. Dia Maha Adil titik nda pake koma. dan saya percaya itu.

0 komentar:
Posting Komentar