Tampilkan postingan dengan label Absurd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Absurd. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Juli 2011

Kau percaya kalau perasaan itu adalah anugerah dari Allah yang begitu ajaib?

Dia bisa berubah dengan seenak maunya. Hari ini beda, beberapa tahun yang lalu juga beda.

Perasaan pula yang merupakan pangkal sebab timbulnya penyesalan (anyway, setidaknya ini yang berlaku untuk saya). Mungkin hari ini kita memutuskan untuk begini, tapi tahun depan keputusan itu ternyata salah. Itu karena perasaan kita yang telah berbeda.


Terkadang, saya takut mengambil sebuah keputusan. Takut menyesal. Tapi berdiam diri juga mustahil. Do something, must be do something ! tapi apa?

Saya bingung dengan perasaan saya sekarang.


Dulu, 25 Oktober 2009, Kurang lebih 2 tahun yang lalu perasaan saya tidak seperti ini. Saya masih punya setidaknya sedikit rasa empati sama dia. Tapi sekarang, saya muak. Sangat muak. Entah apa yang merasuki saya 2 tahun ini? Saya hanya berharap semuanya berhenti dan segera berlalu. Menjadi sebuah sejarah yang (jujur saja perasaan saya saat ini) tidak ingin mengenangnya. Tapi, tanda Tanya besar yang kemudian muncul adalah “apakah beberapa tahun ke depan saya masih tetap akan muak? Atau kemudian saya akan merutuki diri saya karena menghapus kisah ini dari album sejarah hidup saya?”

Do something apa yang harus saya perbuat?

Mengambil keputusan dengan perasaan yang sekarang, atau diam menunggu perasaan saya beberapa tahun kedepan?

Tapi sekali kali, bukankah diam adalah kosa kata yang mustahil dalam kamus kehidupan?

Diam adalah tidak hidup, tidak hidup berarti mati. Diam adalah mati.

Minggu, 17 Juli 2011

judulx apa ya?


Assalamu’alaikum wr wb.

2 mingggu sebelum ramadhan.

Long time no posting :D. liburan bikin saya malas. Giliran banyak tugas, blogging jg rajin.

Ya begitulah…

Banyak yang mau diceritain, tapi bingung mulai dr mana..

Firstly, I would like to say “TURUT BERDUKA CITA BUAT SAUDARIKU TERSAYANG SURYANINGSIH (NINING) ATAS MENINGGALNYA AYAHANDA TERCINTA (BPK. H. BOHARI). SEMOGA AMAL IBADAH BELIAU DITERIMA DISISINYA. AMIN.” Yang sabar ya Nining sayang.

Sebenarnya niat melayat hari ini, setidaknya datang menghibur nining. cuman mengingat beliau adalah orang yang cukup penting di Maros, pasti banyak pelayat yang datang. So, maybe next day I’ll visit her. Sudah lama juga gak ketemu sama Nining..

Saya gak bisa bilang, saya tau apa yang sedang dirasakan Nining. Saya cuman bisa bilang semoga keikhlasan selalu menemani kita.

Begitulah… kehilangan akan selalu menjadi sejarah hidup yang menyakitkan.


Well,

Kemarin sempat reunian sama teman2 SMA. Panganreang (makan-makan) di rumahnya Ani. Cukup jauh juga rumahnya. Tapi lumyanlah… supply makanan yang masuk ke perut mengobati rasa capek di jalan. For next destination, actually we prepared to go to Puca’. Puca’ itu –kata teman2- pegunugan yang enak buat di tempatin liburan. Plus ada danau yang bagus buat di jadiin background foto (eksistensi kenarsisan kami). Tapi eh tapi, rencana tinggallah rencana. Kita nyasar broo. Blum lagi saya sm Ilma dan beberapa teman yang lain naek motor. Panas+capek berbaur jadi potensi naik darah. Wes, akhirnya saya nyerah. Kita balik. Gak kuat lagi naik motor, saya nebeng d mobilnya Susi. Gantian posisi sama Ani, Ani naik motor. Puas-puasin deh, nikmati perjalanan sambil ber-AC ria..

Hmm.. Honestly, ada sedikit yang menganggu reunian kemarin. Ada yang nda’ -saya- harapkan hadir, tapi datang. Jahat ya saya ! padahal dia kan teman saya juga. Cuman masalahnya perasaan gak bisa di trickin. Sumpah.. saya benar-benar gak bisa ‘bergerak bebas’ dengan kehadiran dia. But, I’ll try to hide it and berlagak sok gak ada apa-apa.

Sepertinya berhasil.. ^^

Wiii.. sedikit lagi ramadhan. Marhaban ya Ramadhan.

Pengen yang terbaik buat ramadhan tahun ini. Semoga semua target bisa tercapai. Amin.

Selamat menanti Ramadhan all..

Kamis, 23 Juni 2011

won't be erased


“jadi bagaimana dong ka’?”

“Bermain cantik saja de’?”

Saya di suruh bermain cantik. Saya juga bingung bagaimana caranya. Saya tau betul watak bapak saya. Sebentar bilang begini, sebentar berputar 180 degree.

Bermain cantik=bermain pake akal. Tidak jujur, tapi gak bo’ong.

Susah2 gampang sebenarnya. Tapi jadi susah saja kalau yang mau dipermainkan cantik itu papap (bapak saya). Ottoke?

Sebenarnya hampir give up. Tapi tiba-tiba gak rela. Masih bisa usaha (sepertinya). Gaka mau menjadi looser, berpikir 2x untuk mundur. Tapi sungguh, bertahan pun menyakitkan.

Aishh…. Menunggu. Menunggu jawaban sang waktu. Tapi dalam proses menunggu, harus ada kata kerja: doing. Doing something. What should I do?



ANYONE CAN HELP ME????!

Kamis, 09 Juni 2011

Tentang banyak hal



Masih ingat cerita tentang secangkir kopi pahit kita?

Ku rasa itu kisah kita yang akan terus membekas…

Aku menyayangimu, sangat sayang… semoga kau tenang di sana.

Aku tau kau orang baik. Terlepas dari kepercayaan kita yang berbeda..

Senin, 30 Mei 2011 pukul +-14.00. kau pergi.. padahal baru saja kususun rencana untuk menjengukmu. Kau bahkan tak mau menungguku dulu. Beberapaa hariiii saja. Saya mau mendengar lagi komentar terbarumu tentang kopi pahit kita. Tapi kau malah pergi.

Kata mama badanmu kurus. Saya bahkan tak bisa membayangkan itu. Badanmu yang gempal betul2 menyusut. Ya, aku menyaksikannya. Tapi aku terlambat, kau hanya menyisakan mayatmu untuk ku ajak bercerita. Tak bisakah roh mu menungguku sehari-2 hariiii saja?


Mei 2011 ini kututup dengan berita duka. Kakek meninggal. Ya, mungkin itu memang yang terbaik. Sudah lama dia keluar-masuk RS. Sepertinya fisiknya tak sanggup lagi menampung umurnya. Usianya ditutup di kepala 9. Saya kurang tau pasti 90 berapa umurnya. Kepala 9 cukup menandakan kelemahan fisiknya.

Kakek seorang nasrani. Mama muallaf* saya menjulukinya sebagai generasi pendobrak. Satu kesyukuran terbesar saya terlahir sebagai muslim. Tapi meskipun kakek nasrani, saya tetap sayang sama dia seperti saya sayang sama kakek saya yang muslim dari bapak saya . Seperti Rasulullah yang cinta pada pamannya.

Hari rabunya saya, bapak, Anti, dan tante saya berangkat ke toraja. Eka menyusul dari Palu hari jumatnya. Kakek hanya menyisakan mayatnya. Cultur orang toraja –yang mayoritas- Kristen memang seperti itu. Mayat akan disimpan beberapa hari dulu di rumah baru di kuburkan. Waktu saya cari informasi, kata mama paling cepat kakek di kubur bulan desember tahun ini*walaah.. paling cepat, Ma? Supaya tubuh mayat tetap awet maka jasadnya akan disuntikkan cairan pengawet, seperti formalin. Dan tau, pedisnya minta ampuuuun. Saya yang awalnya tidak mau nangis liat mayat kakek, akhirnya metikian air mata juga karena pedisnya formalin bercampur dengan duka. Pesta orang mati di Toraja lebih heboh dibanding dengan pesta pernikahannya. Saya kurang begitu tau adatnya sebenarnya, saya bahkan belum pernah ikut acara begituan. Cukup menyedihkan, mengingat ke-2 ortu saya asli sana. Mungkin nanti pas acara kakek, Put bakal kesana buat liat secara langsung.

Ada beberapa hal juga yang mesti saya wanti2 selama di toraja. Orang toraja –yg Kristen- itu halal dengan semua jenis daging*taulah apa yang maksud. Sementara kita yang muslim punya aturan. Bahkan panci masak pun tidak boleh disamakan. Sebagai muslim, kita dilarang untuk makan dari tempat bekas daging hewan haram. Oleh karena itu, saya jadi sempat khawatir. Tapi tidak mungkin dengan alasan itu saya tidak datang melihat kakek untuk terakhir kalinya *walau tinggal jasadnya saja. Makanya saya sudah beli 10 pop mi buat 4 hari. Selama disana perut saya juga gak enak, selalu mual. Jadi malas makan nasi. Makanya teman sehari2 saya, ya pop mi itu *nanti di Makassar baru perbaikan gizi. Tapi waktu hari kedua perut saya sudah mendingan dan rasanya ingin di supply lebih dari sekedar pop mi. dan untungnya saya tau klo urusan dapur di pegang sama mama. Saya sempat liat waktu mama simpan makanan di kamar. Dan ternyata itu disengaja. Bukan, mama bukannya pelit dan hanya mau makan sendiri. Itu buat kami –Muslim- yang sengaja dipisah dengan makanan untuk yang lainnya. Alhamdulillah…… saya kira saya tidak akan menyentuh nasi selama di Toraja.

Banyak cerita lucu selama di sana. Apalagi tentang si bos kecil, Aulia. Hampir saja tuh bocah rasain kuah daging babi *iyyyeeeeuu untungnya Om saya liat. Buru-buru dia mengamankan si bos kecil. Eh, si bos malah marah-marah. Nasinya di buang. Lalu kuah daging babi tadi digantinya dengan air teh. Iya, nasinya disiram pake teh, tapi ujung2nya gak dimakan. Dasar bocah!

Selama disana Aulia punya banyak teman baru, kawan kampungnya. FYI, Karena udara disana dingin jadinya kulit sensitive. Gampang kering. Dan tau apa yang terjadi dengan kulit kaki aulia? Bersisik, man.. ! ckckck. Akhirnya handbody Anti saya pake buat menyapu kulit kakinya yang bersisik itu. Bagaimana kakinya gak ancur, klo pake sandal saja si bos sudah tidak mau. Udah jadi anak kampung tulen dia ! haha..

Berkat Aulia, kesedihan kami bisa sedikit terobati, terutama mama.


Hikmahnya dari ini, kelurga saya bisa ngumpul lengkap. Papap, mama, eka, anti, saya, dan bos kecil, Aulia. Biasanya ini hanya terjadi klo lebaran tiba.

Tuhan memang Maha Adil, dibalik duka yang diberikannya selalu ada bahagia yang terselip. Makasih ya Allah..




XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates