Minggu, 22 Juni 2014

#Random


Hello. Selamat siang! Iya, disini, saat ini, saat saya mengetik ini, sekarang sedang siang. Siang yang panas dan terik.

saya sedang berada di salah satu restoran cepat saji di daerah Pettarani.

Hari apa ini? Hari senin. oh yes, saya sudah mulai mengahapl hari akhir2 ini. Tanya kenapa?! karena lonceng sudah berbunyi dan kuliah segera dimulai. Saya kembali lagi menjadi student.

Sekarang waktunya makan siang. That's why Im here. tempat yang paling dekat dengan kampus sekaligus ada janji dengan Tika, teman saya di undergraduate, sembari menunggu jadwal kuliah selanjutnya sore ini. Sepertinya selain makan, saya akan tidur siang di sini saja.

Saya belum shalat dzuhur. Kata bapak, dalam kondisi seperti ini, saya sudah bisa mendapatkan bonus untuk menjamak shalat saya.

Pagi tadi diisi dengan mata kuliah Grammar. Dalam hati, sepertinya saya mulai menyukai pelajaran ini. Oh ya, dan yang menjadi dosennya adalah Mam Murni. Kau masih ingat Mam Murni? ya, itu dia!

mm... apalagi?

Sekarang pukul dua lewat tujuh belas menit waktu laptop saya. Di meja, hanya ada laptop dan handphone. Setelah makan siang saya habis, saya tidak memesan apa-apa lagi. Sepertinya kopi bukan pilihan buruk. Mata sudah sangat mengantuk, sejak pagi sebenarnya.

Oh iya tentang kuliah hari pertama!
Saya bertemu 18 wajah baru yang akan sibuk saya pahami selama kurang lebih 2 tahun ke depan. Di kelas ada 20 manusia. Nisa sudah tidak masuk hitungan wajah baru. Tentang Nisa, dia menjadi kawan karib saya akhir2 ini. Doakan kami bisa menjadi kawan tanpa harus mencicipi menjadi lawan (you know what I mean so well).
Di kelas? biasa saya. Ada yang over acting dan ada yang menjadi pemain tenang. saya masuk golongan tengah. Ya, saya tengah belajar untuk lebih membuka diri dan sedikit lebih 'terlihat'. Doakan ini lancar!

Itu saja.
Mama, malam ini sepertinya saya akan pulang di awal malam. Semoga jalanan tidak macet.
Selasa, 03 Juni 2014

Masak


Hai, saya datang lagi. Masih dengan kekalutan karena hilangnya passion menulis. Teruss... yang ini namanya apa put kalau bukan nulis? yang ini namanya ngetik pemirsahh hehe.

Kamu darimana aja emangnya, Put?
Nowhere. Di atas kasur, ngulet-ngulet. Eh nggak juga sih, belakangan saya sering main ke dapur, ya mau-tak-mau. Peran saya sebagai anak perempuan yang paham akan kewajiban harus dimainkan.
Kalau main di dapur tuh, yang awalnya lapar trus masak sendiri trus pas masakannya jadi, laparnya ilang. Ya bukan karena masakan saya tidak enak juga (tapi gak enak banget!), mungkin kenyang aroma masakan kali ye jadinya full deluan. Alamat makin kojo' ini saya.

Selama keranjingan main di dapur, saya bisa mengambil satu kesimpulan: Hidup itu untuk makan meeen !
habis masak buat sarapan pagi, mikirin makanan buat siang. Habis masak buat siang, mikirin cemilan sore. Lanjut lagi, mikirin mau masak apa buat malam?? cekcekcek gak heran kalau dapur itu dijuluki rumah dalam rumahnya ibu. Pendeknya, kamarnya ibu. Apa kabar yang wanita karir ya?
Kalo kamu apa kabar? 

Hhh... semoga mama cepat sembuh.
Bukan masalah saya malas masak, tapi kasihan bapak kalau tiap hari harus makan masakan saya. Ya bukannya karena masakannya saya gak enak, tapi gak seenak bikinannya mama.

Apa masak memang harus menjadi harga mati buat perempuan?

ya sudahlah.
Sekali lagi saya mohon maaf kalau tulisan saya bikin capek ngebacanya.

Tidurlah! besok semoga bisa menghadiri acara Makassar International Writing Festival 2014 dengan riang gembira. Tidak hanya perginya, tapi pulangnya juga.
Senin, 02 Juni 2014

block!


umm..
Hai..
Assalmu'alaikum..
Selamat malam...

aduhh payah! kenapa akhir-akhir ini menulis jadi pekerjaan yang begitu susah!
kalau lagi tiduran, lagi konser tunggal di WC, kayaknya ide lagi segar-segarnya, eh.. pas mau di tulis jadi BLANK! lupa mau tulis apa! gak tau mulai darimana.

Kata-kata berseliweran saling jambak
Semua ingin menjadi yang semerbak...
Mereka berontak! kepalaku membengkak. Pekak.
Maka kutinggal talak.

Tiap harinya. Berulang kembali.
Hingga iapun berkata: kutinggal saja kau!

ya begitulah. rasanya teralu malas untuk mengorek-ngorek otak dan memilah kata yang tepat. passion juga hilang sepertinya. mungkin itu alasannya mengapa saya tidak mau menjadikan menulis sebagai profesi. Saya belum profesional, masih moody-an.
Awal tahun ini, saya menulis banyak. Mungkin karena sedang patah hati. Ya.. namanya juga nulis pake hati; hati-yang-sakit jadinya bahasa ngalir aja.

mmm... saya mulai dari cerita yang sederhana saja mungkin. 
Siang tadi menempuh jarak kurang lebih tiga puluh kilometer jauhnya. Ngantar Azzam balik ke rumah neneknya (mertua kakak saya). 

lalu, saya harus menulis apa lagi ya?
ah... sepertinya kejadian hari ini bukanlah tulisan yang bagus!

sudahlah. saya mau tidur saja.
paling tidak, malam ini saya sudah menulis daripada hanya menggerutu dan mengutuk ketidakmampuan saya menulis.


XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates