Jumat, 19 Juli 2013

free flew


Entah.
Tapi rasanya menulis tidak lagi menyenangkan semenjak tahu ada orang yang senang ngintip tulisanmu. tidak bebas. dan selalu terbatas pada perasaan orang itu.

ah, semestinya kau tak perlu bilang. Lakukan saja! tanpa perlu aku tahu.

11 Ramadhan.
it rolls complicated.

list doa yang baru


Saya iri.
kelak pada doa-doa, mungkin ada yang baru.
agar dikembalikan seperti kembalinya Rasulullah, seperti perginya Abu Bakar. Ya.. setelah mengalami sakit. Sebagai penggugur dosa-dosa. Agar d hisab d awal sebelum berhadapan pada hisab yang mendebarkan.

ada pilahan lain, Jihad. sehingga diangkat dengan pakaian yang masih bersimbah darah segar sebagai saksi ikhlasnya langkah dan tulusnya niat. "yang saya cari bukan ini (rampasan perang), Ya Rasulullah. Tapi terhunusnya panah di sini (sambil menunjuk ke arah leher)." Hingga Allah mengabulkan niat tanpa basa basi itu.. dan kembalilah ia jiwa-jiwa yang tenang. Salamun Alaika.

dan yang paling saya takutkan adalah bertemu dengan malaikat maut ketika di jalan, ketika berkendara. Kecelakaan. Sesaat kemudian hilang. Na'udzu billahi min dzalik.

Apapun itu.. semoga kalimat tauhid masih sempat terucap dari mulut sebelum akhirnya ruh pamit pada jasad. Laa ilaaha illallah. bertambah kenikmatan jika kemudian sebuah kalimat mengikuti, Muhammadurrasulullah.
Panggil jiwa ini dalam keadan husnul khtimah, Ya Rabb.


10 Ramadhan.
Kamis, 11 April 2013

Semacam pertengkaran


Kau marah?
Maaf.

Pesan singkat itu benar2 tidak terkirimkan ke ponselku. Entah dimana ia tersangkut?
Makanya aku memilih mengantar tanteku yang sedang hamil dari pada bertemu denganmu. Bukan karena aku tak ingin bertemu tapi hanya karena aku tak tahu bahwa aku harus menemui.
Bukankah sudah aku jelaskan? tak cukupkah itu?

Kenapa kau begitu cepat marah?

Hari berikutnya ada pesan singkat yang masuk ke layar ponselku. Janjian untuk bertemu. Aku tepati, aku datang. Tapi kau tak datang. Dan lagi-lagi tak ada pesan bahwa pertemuan kita dibatalkan. Resah karena menunggu, aku menelponmu. Masuk. Tapi tak kau angkat. Masih ngambek? ATAU APAAAA?
Honestly, aku pulang dengan perasaan kecewa dan sedih.

Kau tahu, di saat itu situasiku sedang buruk. Aku tidak sedang baik2 saja. Air mataku tumpah, kakiku gemetaran, aku merasa sendirian. Lalu kau datang memberiku perlakuan seperti itu.
Sakit. Sakit kuadrat.

Tapi aku tak ingin terjebak dalam kesakitan itu. Ku teriakkan bahwa aku adalah makhluk merdeka. Cukuplah masalahku kemarin membuat sajadahku di banjiri air mata. Aku tak ingin pusing denganmu.
Jadi kubiarkan. Dan saat itu, aku tak pernah lagi mengabari jika aku tak bisa bertemu denganmu.

Mungkin kau makin marah. Tapi biarlah...

Saat kau mengirimiki pesan dan menanyakan keadaanku, aku tak membalasnya. Entah mengapa saat itu rasa sakitku padamu muncul ke permukaan perasaanku. Ku taruh kembali ponselku, tanpa menuliskan balasan apapun. "terlambat" kataku. Kau menanyakan pertanyaan yang kubutuhkan kemarin hari. Bukan pada saat itu.

saat akan selalu mencintai tempat ini di mana pun saya berada. Bersamamu ataupun tidak.

Hilang sudah rasa hormatku padamu. Maaf untuk itu.

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates