Kamis, 11 April 2013

Semacam pertengkaran


Kau marah?
Maaf.

Pesan singkat itu benar2 tidak terkirimkan ke ponselku. Entah dimana ia tersangkut?
Makanya aku memilih mengantar tanteku yang sedang hamil dari pada bertemu denganmu. Bukan karena aku tak ingin bertemu tapi hanya karena aku tak tahu bahwa aku harus menemui.
Bukankah sudah aku jelaskan? tak cukupkah itu?

Kenapa kau begitu cepat marah?

Hari berikutnya ada pesan singkat yang masuk ke layar ponselku. Janjian untuk bertemu. Aku tepati, aku datang. Tapi kau tak datang. Dan lagi-lagi tak ada pesan bahwa pertemuan kita dibatalkan. Resah karena menunggu, aku menelponmu. Masuk. Tapi tak kau angkat. Masih ngambek? ATAU APAAAA?
Honestly, aku pulang dengan perasaan kecewa dan sedih.

Kau tahu, di saat itu situasiku sedang buruk. Aku tidak sedang baik2 saja. Air mataku tumpah, kakiku gemetaran, aku merasa sendirian. Lalu kau datang memberiku perlakuan seperti itu.
Sakit. Sakit kuadrat.

Tapi aku tak ingin terjebak dalam kesakitan itu. Ku teriakkan bahwa aku adalah makhluk merdeka. Cukuplah masalahku kemarin membuat sajadahku di banjiri air mata. Aku tak ingin pusing denganmu.
Jadi kubiarkan. Dan saat itu, aku tak pernah lagi mengabari jika aku tak bisa bertemu denganmu.

Mungkin kau makin marah. Tapi biarlah...

Saat kau mengirimiki pesan dan menanyakan keadaanku, aku tak membalasnya. Entah mengapa saat itu rasa sakitku padamu muncul ke permukaan perasaanku. Ku taruh kembali ponselku, tanpa menuliskan balasan apapun. "terlambat" kataku. Kau menanyakan pertanyaan yang kubutuhkan kemarin hari. Bukan pada saat itu.

saat akan selalu mencintai tempat ini di mana pun saya berada. Bersamamu ataupun tidak.

Hilang sudah rasa hormatku padamu. Maaf untuk itu.

Sabtu, 06 April 2013

Doa yang sederhana


Apa yang saya dapat dari ujian ini?
Saya banyak belajar tentang rumus sabar, dan doa.

Iya doa.
Yang katamu kau gunakan untuk memenuhi segala keinginanmu. Untuk mendapatkan apa2 yg kau maui.
Tapi bukan itu yang ku pelajari sayang.
Kali ini aku belajar sisi lain darinya.
Bahwa dia, doa, bukan hanya untuk meminta apa yg ingin kau dapatkan. Lebih dari itu. Doa itu sendiri sudah merupakan keinginanmu, kekuatanmu cantik...
Bukan kekayaan yang kau butuhkan ketika kau risau akan miskinmu. Tapi kelapangan hati sayang...
Kaya hanya solusi semu agar risaumu hilang. Dia, Si risau itu akan menemui mu lagi. Kau yang telah kaya tentunya.

Jadi ketika kau ingin bertemu dengan doa, sampaikanlah kepadanya agar ia menjembatani kelapangan hati yang dikirimkan oleh Tuhanmu. Tidak salah jika kau meminta kekayaan ketika kau miskin, (mungkin) kecantikan ketika kau (merasa) jelek. Tapi tempatkan itu di list ke-2.
Berdoalah untuk kelapangan hati, kekuatan.
Dan ketika kau telah menengadahkan tanganmu, menundukkan hatimu, dan menghadirkan Rabb-mu ke dalam qalbu, sebenarnya kau tengah mendapatkan kekuatan itu.

mintalah dengan cara sederhana. Sebuah doa yang mampu menjadikanmu lebih dari sekedar sederhana...

and... You are awesome, Allah. As always
Rabu, 03 April 2013

22


fualaaaaah.... udah 22 aja! Saya tau akan menuliskan itu disetiap mukaddimah untuk pertambahan 1 lagi usia saya.
Dan maaf untuk my sweety blog balabala karena jarangnya saya menyapa. Bahkan untuk menuliskan rasa d hari pertama menyapa 22 tak saya lakukan. I'm in blue beb, gak ada mood untuk nulis.
Sekarang pun saya sedang tak mood sebenarnya dan ini saya tulis dalam keadaan lapar. Jadi mungkin saya hanya mampir karena saya akan segera berlalu ke dapur. Kasihan perut saya.
Cukup tau saja: 22 ini berat. Tapi hati harus selalu di besarkan. Let say: 22 kali ini memberi banyak pelajaran berarti. Ciih... mengatakannya sangat mudah. Tapi untuk memvisualisasikan perasaan saya, kalimat itu tak cukup mewakili.
Hhh... akan lebih bersyukur kalau bisa ikut umrah sama mama. udah di-schedule-in dari tahun kemarin. Dan pas banget tahun ini momenx pertambahan usia. Tapi apa boleh buat, Allah belum manggil.

Sudah ah. Saya gak mau ingat2 yang sedih2. Saya harus kembali mengumpulkan semangat. Jumat pagi saya ada seminar proposal. Mudah-mudahan kali ini sukses. Duka yang sebelumnya belum kering. Kalau kena bogem lagi, saya khawatir dia akan bonyok dan membusuk. Nau'dzubillah... "buagang" klo kata orang2 di sini.

Doa-doa kalian membuat 22 ini jadi sedikit lebih bermakna. Setidaknya untuk memahami bahwa saya tidak hanya hidup untuk diri sendiri tapi juga untuk mereka di sana. Mungkin kalian hanya basa-basi (trima kasih kalau kalian tulus) tapi basa-basi ini berhasil meletupkan api kecil dalam diri saya. I'm on fire lagi :)
Sering-seringlah berbasa-basi. Mungkin saya akan suka.
yea... mungkin.

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates