Minggu, 25 Desember 2011

salah gak sih?


25 desember 2011 (iya tau! hari natal kan?)
Hari drama buat saya pribadi..

jadi kemarin saya dapat sms dari seseorang (yang JUJUR saja saya tidak mau lagi melihat nomornya terpampang di layar HP saya) yang tulisannya gini:
*cek inbox hape

Ya Ampun lupa! smsx udah saya hapus...
intinya, sms itu tentang PELARANGAN memberikan ucapan MARRY XMAST buat teman2 yang pada ngerayain! pokoknya gitu-gitulah. yang bikin merinding itu, ANCAMAN DOSANYA! duh.. sayangnya pesannya udah tak hapus! keburu ilfil sama yang ngirim sms..

jelaas saja saya jadi drama!
50% dari keluarga saya NASRANI, meen ! klo lebaran tiba, inbox hape sering penuh dengan ucapan2 turut berbahagia dari mereka. sebagai balas budi, (sememestinya) kita melakukan hal yang sama dong?

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu."(QS. An-Nisa: 86)

Ya Allah.... saya salah gak sih?
tapi, pas buka wall facebook, saya nemu notes yang MENCERAHKAN SANGAT. Here's the note
Mengucapkan Selamat Natal : Haram Apa Tidak? (Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat, Lc)
Selamat membaca!
Semoga kita bisa lebih bijak lagi dalam bermuamalah dengan orang-orang di sekitar kita
Indonesia men.. beragam budaya dan agama !
Jumat, 23 Desember 2011

mau gimana lgi?


02:00 WITA. belum bisa tidur !!

gara2 ini nih
rasa gak penting! khasiatnya sama aja. dijamin melek sepanjang malam!

bukan niat hati mau beriklan ria. tapi ini memang faktanya. (mau gimana lagi?)
udah 2 tahun terakhir akrab sama barang ini. (mau gimana lagi?)
kerja tugas di temani dia (mau gimana lagi?), lagi capek ditemenin dia (mau gimana lgi), kehausan ditemenin dia (mau gimana lgi?)

(masih) belum bisa tidur! (mau gimana lagi?)
Selasa, 13 Desember 2011

Pikir lagi #kata Sherina


I’m back !!!
Akhirnya bisa escape dari tugas numpuk bikin galau itu *sujud sembah berdiri

How’s live penghuni dunia maya?

Semoga semuanya berjalan lancar nyak..

Pertama, saya mau teriak dulu

“AAAAAAAAAKHIIIIIIIIIIRRRNYAAAAAAAA DEEEEEEESEEEEEEEMMMBEEEEEEEERRRR DAAAAAAAATAAAAAAAANGGG JUUUUUUGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA …. “

Fiuh.. udah pengen cepat-cepat dapat kejelasan. Hehe. Bosan saya hidup tanpa kejelasan !!

Anw,

Ditengah tumpukan tugas yang makin membuat saya sulit bernapas, saya jadi berpikir …….. “Apa benar saya pengen jadi guru?”

"Hi! I'm a Good Teacher. how's live my students?"


Gak tau kenapa, makin naik semester makin galau saya mempola rencana hidup saya ke depan. Bingung tingkat kecamatan, sumpah !

Beberapa hari yang lalu, salah satu dosen saya menjelaskan (yang dikuping saya malah terdengar seperti nyanyian duka) tentang betapa repotnya untuk jadi guru sekarang ini. Jadi gini, beberapa tahun ke depan pemerintah kita (Indonesia tercinta) tidak melakukan pengangkatan CPNS (nah guru juga termasuk tuh..). sebabnya kita (kita? oke, saya maksudnya!) dan orang-orang yang sudah terlanjur nyemplung di dunia kependidikan kudu mutar balik otak. Mau dibawaaa kemanaa ijazah kitaaa man?

Yang melintas di otak saya waktu itu.. “udah.. nyari suami kaya aja.. “ *plak ! pergilah kau setan-setan..

Saya gak rela gak rela gak relaaaa… udah ngabisin duit ortu eh nasib malah hanya membawa saya ke-3 ur (dapur, sumur, n you know lah). Gak rela poko’e!

Imajinasi saya itu tiba-tiba tercerahkan oleh kalimat dosen saya berikutnya. Ada jalan lain untuk bisa terangkat menjadi PNS yaituuu (Ya Allah kuatkan saya untuk mengatakan ini #oke lebay!) mengikuti program P3T (klo gak salah nih ya). Apa itu P3T?? saya lupa kepanjangannya paan! Yang jelas ini program dari kampus saya buat daerah-daerah yang tidak tersentuh oleh pendidikan yang layak. TAK TERSENTUH PENDIDIKAN !! ya, kita gak bakal ngajar di daerah perkotaan. Jadi dimana dong? Ya lawan kata dari kota

KOTA >< DESA.

Desa, meen ! masih syukur kalau desanya gak di dusun amat. Tapi itu harapan kosong. Kata dosen saya, kita bakal ngajar di pelosok-pelosok Indonesia such as di Papua sono. Trus Papuanya gak tanggung-tanggung, daerah pelosook ! DAERAH PELOSOK !!

Awalnya berangkat dari niat luhur menjadi seorang pendidik, saya udah nanamin tuh kata BISA dalam hati yang terpatri jauh di sanubari saya *halah tapi karena mungkin kejauhan, mama saya gak bisa ngeliat itu. Waktu konsultasi sama mama, saya malah diketawain

“liat mi itu, ka’ Hermin. Terangkat jadi PNS di Irian, tapi malah lari ki pulang kembali ke Makassar karena nda bisa ki hidup di sana. Kamu? Apa? mau hidup di Papua? Hahahaaa..”.

ya sudah, saya udah gak dapat restu orang tua.

Melanjutkan info tentang P3T itu (kira aja ada yang minat ikut). Jadi kita cuman mengabdi selama 2 tahun dengan gaji (klo gak salah ingat 2 juta/bulan). 2 tahun kemudian kita di tarik balik ke daerah asal kita. Nah, lanjutin deh tuh kuliah PPG (lagi2 saya lupa LAGI kepanjangannya paan! Map.maap) selama setahun. nih kuliah buat ambil akta ngajar. Yes, right! Meskipun kita udah kuliah di jurusan kependidikan, tetap aja harus kuliah sekali lagi untuk dapat selembar kertas yang mengizinkan kita mengajar di sekolah formal. Nah ketika kertas itu udah di tangan, tinggal di pake tuh buat kipas-kipas asooy. Pasalnya, kerta keramat ini bakal di bayar mahal sama daerah-daerah yang butuh tenaga pengajar. Jadi gitu ceritanyaa..

Maap nih ye, klo info yang gue kasih kurang jelas. Soalnya (sedikit banyak) saya masih shock dengan kenyataan masa depan saya yang ngegantung..

*Showeran

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates