Selasa, 13 Desember 2011

Pikir lagi #kata Sherina


I’m back !!!
Akhirnya bisa escape dari tugas numpuk bikin galau itu *sujud sembah berdiri

How’s live penghuni dunia maya?

Semoga semuanya berjalan lancar nyak..

Pertama, saya mau teriak dulu

“AAAAAAAAAKHIIIIIIIIIIRRRNYAAAAAAAA DEEEEEEESEEEEEEEMMMBEEEEEEEERRRR DAAAAAAAATAAAAAAAANGGG JUUUUUUGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA …. “

Fiuh.. udah pengen cepat-cepat dapat kejelasan. Hehe. Bosan saya hidup tanpa kejelasan !!

Anw,

Ditengah tumpukan tugas yang makin membuat saya sulit bernapas, saya jadi berpikir …….. “Apa benar saya pengen jadi guru?”

"Hi! I'm a Good Teacher. how's live my students?"


Gak tau kenapa, makin naik semester makin galau saya mempola rencana hidup saya ke depan. Bingung tingkat kecamatan, sumpah !

Beberapa hari yang lalu, salah satu dosen saya menjelaskan (yang dikuping saya malah terdengar seperti nyanyian duka) tentang betapa repotnya untuk jadi guru sekarang ini. Jadi gini, beberapa tahun ke depan pemerintah kita (Indonesia tercinta) tidak melakukan pengangkatan CPNS (nah guru juga termasuk tuh..). sebabnya kita (kita? oke, saya maksudnya!) dan orang-orang yang sudah terlanjur nyemplung di dunia kependidikan kudu mutar balik otak. Mau dibawaaa kemanaa ijazah kitaaa man?

Yang melintas di otak saya waktu itu.. “udah.. nyari suami kaya aja.. “ *plak ! pergilah kau setan-setan..

Saya gak rela gak rela gak relaaaa… udah ngabisin duit ortu eh nasib malah hanya membawa saya ke-3 ur (dapur, sumur, n you know lah). Gak rela poko’e!

Imajinasi saya itu tiba-tiba tercerahkan oleh kalimat dosen saya berikutnya. Ada jalan lain untuk bisa terangkat menjadi PNS yaituuu (Ya Allah kuatkan saya untuk mengatakan ini #oke lebay!) mengikuti program P3T (klo gak salah nih ya). Apa itu P3T?? saya lupa kepanjangannya paan! Yang jelas ini program dari kampus saya buat daerah-daerah yang tidak tersentuh oleh pendidikan yang layak. TAK TERSENTUH PENDIDIKAN !! ya, kita gak bakal ngajar di daerah perkotaan. Jadi dimana dong? Ya lawan kata dari kota

KOTA >< DESA.

Desa, meen ! masih syukur kalau desanya gak di dusun amat. Tapi itu harapan kosong. Kata dosen saya, kita bakal ngajar di pelosok-pelosok Indonesia such as di Papua sono. Trus Papuanya gak tanggung-tanggung, daerah pelosook ! DAERAH PELOSOK !!

Awalnya berangkat dari niat luhur menjadi seorang pendidik, saya udah nanamin tuh kata BISA dalam hati yang terpatri jauh di sanubari saya *halah tapi karena mungkin kejauhan, mama saya gak bisa ngeliat itu. Waktu konsultasi sama mama, saya malah diketawain

“liat mi itu, ka’ Hermin. Terangkat jadi PNS di Irian, tapi malah lari ki pulang kembali ke Makassar karena nda bisa ki hidup di sana. Kamu? Apa? mau hidup di Papua? Hahahaaa..”.

ya sudah, saya udah gak dapat restu orang tua.

Melanjutkan info tentang P3T itu (kira aja ada yang minat ikut). Jadi kita cuman mengabdi selama 2 tahun dengan gaji (klo gak salah ingat 2 juta/bulan). 2 tahun kemudian kita di tarik balik ke daerah asal kita. Nah, lanjutin deh tuh kuliah PPG (lagi2 saya lupa LAGI kepanjangannya paan! Map.maap) selama setahun. nih kuliah buat ambil akta ngajar. Yes, right! Meskipun kita udah kuliah di jurusan kependidikan, tetap aja harus kuliah sekali lagi untuk dapat selembar kertas yang mengizinkan kita mengajar di sekolah formal. Nah ketika kertas itu udah di tangan, tinggal di pake tuh buat kipas-kipas asooy. Pasalnya, kerta keramat ini bakal di bayar mahal sama daerah-daerah yang butuh tenaga pengajar. Jadi gitu ceritanyaa..

Maap nih ye, klo info yang gue kasih kurang jelas. Soalnya (sedikit banyak) saya masih shock dengan kenyataan masa depan saya yang ngegantung..

*Showeran

Sabtu, 26 November 2011

Rindu



My Dearest Galang ...
D sini Guntur terus bergemuruh. Kilat seakan blitz-blitz yang keluar dari sebuah lensa foto. Ia seperti sedang mendokumentasikan kegiatan-kegiatan di sini dan (mungkin) ia akan melaporkannya kepada Tuannya.

Perasaanku mendung seperti cuaca malam ini, kasihku..
padahal semuanya berjalan lanjar hari ini. Kegiatan di kampus terkendali. Tugas-tugas untuk hari kedepan juga sudah (dan sementara) kupersiapkan. Aku tak mengerti dimana letak salahnya?
Aku tak tahu bagaimana di tempatmu. Aku juga tak tahu bagaimana perasaanmu malam ini. Seharusnya sebagai seorang kekasih, kau juga bisa merasakan apa yang sedang kurasakan. 
Kata orang, itu yang disebut chemistry. Bagaimana denganmu? Kau percaya itu? 
Okaaay! Jangan tertawai aku. Aku tak akan percaya lagi pada perkataan orang-orang itu. 
Cinta kita beda. Iya kan?
Hhhhhhff.. aku lelah memikirkan apa yang sedang kau lakukan.
Kapan kau akan menelponku? Setidaknya untuk menanyakan kabarku atau melaporkan kabarmu. Aku rindu padamu..

Kasihku Galang..,
Kupikir aku butuh suasana baru. Atmosfer baru. I’m sick of this all. Kapan kau datang? Aku ingin langsung menceritakan semua kejenuhanku ini padamu disepanjang pinggir pantai sambil mendayuh sepeda-sepeda kita. Kau akan membiarkanku terus meracau hingga semua kekesalan dan kejenuhanku hilang (ya, seperti yang sudah-sudah kau lakukan). Hingga sampai ku hembuskan napas kekesalanku, aku bisa tebak apa yang akan kau katakan..
Bahwa aku akan tetap cantik kan walau sedang jenuh?
Kabari aku segera. Aku menunggumu.
Senin, 14 November 2011

siang-siang pilu nda jelas


"You Must Know that there's nothing higher, or stronger, or sounder, or more usefull afterwards in life, than some good memory, especially a memory from childhood, from the parental home. you hear a lot said about your education, yet some such beautiful, sacred memory, preserved from childhood, is perhaps the best education. if a man stores up many such memories to take into life, then he is saved for his whole life. and even if only one good memory remains with us in our hearts, that alone may serve some day for our salvation."

Dostoevsky's
The Brothers Karamazov
------------------------

rencanaya, saya lagi berusaha buat tidur siang sambil baca buku. eh, tiba2 ketemu quote ini. saja jadi teringat ucapan teman saya.

"ada ya orang kaya' kamu?"
"Kaya saya gimana?" kerutan alis saya muncul
"mau aja menghabiskan waktu buat nulis blog."
kerutan alis saya bertambah (lha.. justru saya yang mau bertanya "ko' ada ya orang kayak kamu? MALAS AMAT NULISNYA. mau aja menghabiskan waktu tidak jelas)

meeen... waktu luang itu amat berbahaya. kalau gak di manfaatin, bisa kita yang dimanfaatin. gih.. nulis sana. dari pada bengong atau selonjoran gak jelas.

Nulis is a one way to save your memory and to let your cucu and cicit knows who you are. ah, masa mereka tahu pemikiran Shakespear tapi gak tahu nenek buyutnya (baca: saya) punya pemikiran???.
well..


grrhhhh..



apa seehh?




#abaikan saja tulisan ini. saya lagi Galau tingkat langit!

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates