Sabtu, 26 November 2011

Rindu



My Dearest Galang ...
D sini Guntur terus bergemuruh. Kilat seakan blitz-blitz yang keluar dari sebuah lensa foto. Ia seperti sedang mendokumentasikan kegiatan-kegiatan di sini dan (mungkin) ia akan melaporkannya kepada Tuannya.

Perasaanku mendung seperti cuaca malam ini, kasihku..
padahal semuanya berjalan lanjar hari ini. Kegiatan di kampus terkendali. Tugas-tugas untuk hari kedepan juga sudah (dan sementara) kupersiapkan. Aku tak mengerti dimana letak salahnya?
Aku tak tahu bagaimana di tempatmu. Aku juga tak tahu bagaimana perasaanmu malam ini. Seharusnya sebagai seorang kekasih, kau juga bisa merasakan apa yang sedang kurasakan. 
Kata orang, itu yang disebut chemistry. Bagaimana denganmu? Kau percaya itu? 
Okaaay! Jangan tertawai aku. Aku tak akan percaya lagi pada perkataan orang-orang itu. 
Cinta kita beda. Iya kan?
Hhhhhhff.. aku lelah memikirkan apa yang sedang kau lakukan.
Kapan kau akan menelponku? Setidaknya untuk menanyakan kabarku atau melaporkan kabarmu. Aku rindu padamu..

Kasihku Galang..,
Kupikir aku butuh suasana baru. Atmosfer baru. I’m sick of this all. Kapan kau datang? Aku ingin langsung menceritakan semua kejenuhanku ini padamu disepanjang pinggir pantai sambil mendayuh sepeda-sepeda kita. Kau akan membiarkanku terus meracau hingga semua kekesalan dan kejenuhanku hilang (ya, seperti yang sudah-sudah kau lakukan). Hingga sampai ku hembuskan napas kekesalanku, aku bisa tebak apa yang akan kau katakan..
Bahwa aku akan tetap cantik kan walau sedang jenuh?
Kabari aku segera. Aku menunggumu.
Senin, 14 November 2011

siang-siang pilu nda jelas


"You Must Know that there's nothing higher, or stronger, or sounder, or more usefull afterwards in life, than some good memory, especially a memory from childhood, from the parental home. you hear a lot said about your education, yet some such beautiful, sacred memory, preserved from childhood, is perhaps the best education. if a man stores up many such memories to take into life, then he is saved for his whole life. and even if only one good memory remains with us in our hearts, that alone may serve some day for our salvation."

Dostoevsky's
The Brothers Karamazov
------------------------

rencanaya, saya lagi berusaha buat tidur siang sambil baca buku. eh, tiba2 ketemu quote ini. saja jadi teringat ucapan teman saya.

"ada ya orang kaya' kamu?"
"Kaya saya gimana?" kerutan alis saya muncul
"mau aja menghabiskan waktu buat nulis blog."
kerutan alis saya bertambah (lha.. justru saya yang mau bertanya "ko' ada ya orang kayak kamu? MALAS AMAT NULISNYA. mau aja menghabiskan waktu tidak jelas)

meeen... waktu luang itu amat berbahaya. kalau gak di manfaatin, bisa kita yang dimanfaatin. gih.. nulis sana. dari pada bengong atau selonjoran gak jelas.

Nulis is a one way to save your memory and to let your cucu and cicit knows who you are. ah, masa mereka tahu pemikiran Shakespear tapi gak tahu nenek buyutnya (baca: saya) punya pemikiran???.
well..


grrhhhh..



apa seehh?




#abaikan saja tulisan ini. saya lagi Galau tingkat langit!
Selasa, 01 November 2011

shout :

"SAYONARA OCTOBER !!!"

biar November berlalu...
dan Desember datang hingga juga berlalu..







He was like frozen sky
In October night
Darkest cloud
Endless storm
Raining from his heart
Coldest snow
Deepest thrill
Tearing down his will

-The Rasmus-


aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhh..


maap, cuman pengen teriak !

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates