Rabu, 04 Desember 2013

Your month.. Congratulation



"Selamat datang Desember."
Kebanyakan orang (jika tidak bisa mengatakan hampir semuanya) menuliskan itu saat bulan ini mulai menyapa. Tapi kenapa tidak denganmu?
Bukankah ini bulan yang paling kau tunggu? Bulan terakhir di tahun ini.
Jika tak kau katakan, biar aku yang mewakilimu.
WELCOOOME DECEMBERR...
-
-
-
Kau bisa menambahkan doa-doamu pada bullet-bullet yang sudah kusediakan. 
Ini memang bulan yang paling benar. Waktu dimana kau memutuskan untuk melakukan sesuau yang paling benar.
Ya, kau tak bleh menunggu! Ambil kesempatan itu atau biarkan berlalu. Masihkah kau ingat bahwa aku pernah mengatakan itu padamu? Mungkin disana kau sedang mengernyitkan dahi karena yang kudengar darimu adalah kata ini: "Maksudnya?" hahaha kadang aku merasa jengkel sekaligus geli jika hal yang kecil saja tidak kau mengerti.
Itu namanya sikap. Saya suka orang yang punya sikap. Tapi kenapa baru sekarang kau munculkan itu? Setelah membuatku menunggu dah harus berpikir panjang. Jika ini muncul di awal, mungkin aku tidak butuh waktu yang banyak untuk menimbang.
 Dan polosnya... kupikir waktu itu akan kau berikan kepadaku.
Tunasnya sudah tumbuh, asal kau tahu saja. Tapi kau justru melakuan hal yang tepat ini.
Bagus!
Good job!

Hanya kenapa berita ini harus kudengar dari orang lain? kenapa kau tidak memberitahuku dari awal? meminta pendapatku? well, ini mungkin akan membuatku sedikit merasa penting.
Dan kenapa pada komuniasi yang terakhir bahkan kau tak mengucapkan salam perpisahan? you even try to seduce me (again). oh boy.. ini harus kau ubah. Seorang cowok boleh saja memiliknya, tapi tidak untuk seorang laki-laki.
Dan... apa alasanmu memilihnya? ah sudahlah.. ini tak penting untuk kuketahui.

Jika suatu saat kau mampir dan membaca ini, kau tak perlu melakukan apa-apa. Live life... itu juga yang kulakukan pada hidupku. Tak ada yang mesti disesali. Right, Kakak?

Sekarang berbahagialah..
Seperti doa terakhirku yang kau aminkan.
 
Barakallahu lakaa wa Baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair.

Selasa, 12 November 2013

No, it is not


"Kau menyukainya. Kita harus sepakat dulu tentang ini. Baru kau bisa melanjutkan lagi ceritamu."


"Berhentilah berkata aku menyukainya. Kurasa tidak. Aku hanya terbiasa dengan keberadaannya. Dan mulai sedikitt... well.. ada yang hilang seiring dengan hilangnya dia dari layar ponselku."

"Itu namanya cinta, Darling!"

Ah, kurasa bukan!!

The Owner of F


Saya butuh sebuah jawaban. Mungkin setelah kau menjawab pertanyaanku, Ais.
Atau mungkin kau bisa menjawabnya, Galih.
Karena kulihat kalian berdua berkawan dengan S.

To be honest, I don't like S. Dia pernah menganggu senjaku yang lelah. Tiba-tiba dia muncul saat peluh mengajakku untuk berbaring sejenak sembari mendengarkan lagu-lagu kesukaanku.

1 message received. Sebuah kotak surat terisi.
Aku buka.
Sebuah salam. Kujawab: "Wa'alaikum salam." walau dalam hati saya bertanya-tanya. Siapa ya?
Percakapan berlanjut. Hingga pada satu kalimat saya menyimpulkan bahwa S kenal dengan F. oh okaayyy masalah cowok toh? Saya mulai paham kemana arah pembicaraan ini berlangsung.
Ini bukan sekedar perkenalan. Ini sebuah introgasi. Aaaaaaand, saya TIDAK SUKA DIINTROGASI. Sebenarnya bahasa yang dia gunakan normal2 saja, halus sehalus mungkin. Tidak pake urat. Tapi entah mengapa itu terdengar seperti... emm.. errr... saya sedang merampas sesuatu dari S. Sesuatu yang ia akui miliknya, tapi ternyata (oh bukan. seharusnya saya menggunakan 'malangnya') yang dia akui itu tidak merasa dimiliki oleh S.

O My Lord, sebagai sesama perempuan saya berasa sedih.
"Kasihan saja. cuman gara-gara cowok -apalagi cowoknya kayak kamu- sampai harus berbohong seperti itu. " Ungkapku pada F ketika kucoba melakukan tabayyun dari berita yang kudapat dari S.
"Lalu saya? siapa yang kasihan pada saya? Semua kasihan pada dia. Padahal yang menjadi korban kan sebenarnya saya?"

haha inilah hidup, boy. Perempuan selalu direkayasakan menjadi objek dan laki-lakilah subjeknya.

Jadi,
wahai Ais dan Galih, maukah kalian menjawab pertanyaanku?
Darimana kalian mengenal S? Sudah berapa lama kalian mengenalnya? Apa pendapat kalian tentang S? Apa dia memang selalu melakukan hal2 diluar dugaan? daaaan... apakah dia sudah menikah?
well yang terakhir tak perlu kalian jawab. Sepertinya aku tahu jawabannya.

Tapi pertanyaan2 ini mungkin akan kusimpan dulu. Sampai mungkin kita (aku dan kau, Galih atau aku dan kau, Ais) tidak punya lagi bahan obrolan lain. Ya, ini hanya akan menjadi pertanyaan pembunuh waktu saja. Because I've promised to my own self that I dont want to make my brain full of something yang tidak penting untuk saya ketahui.
yea, memang kalau saya tau banyak tentang S lalu kenapa? Tidak ada laba dari itu.

Dan kau S, bagaimana kalau saya mengetik tombol 'UNFRIEND' atau mungkin 'BLOCK' pada social media yang mempertemukan kita?

XOXO

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Me

What's this?

|Catatan Random |Mengikat perasaan |Capture memory

Fellas

Bubbling here

Blogger templates